E satu.com (Cirebon)
- Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan semua kalangan untuk menggelar berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk sesama.

 Keraton Kasepuhan menggelar acara buka puasa bersama dan membagikan paket sembako untuk warga sekitar di Umah Kulon, Komplek Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon.

Dalam Wawancaranya dengan awak media, Sabtu (8/4/23) Sultan Aloeda II, R. Raharjo Djali mengatakan, kegiatan itu sebagai upaya mempertahankan dan melestarikan tradisi.

Menurut dia, buka bersama dan pemberian santunan sembako Ramadhan itu sebagai bentuk kepedulian kepada warga masyarakat sekitar Kota Cirebon terutama warga yang kurang mampu.


" Kami ingin meringankan beban ekonomi warga dengan pemberian bantuan. Mudah mudahan mereka lebih khususk menjalankan ibadah pada Bulan suci Ramadhan 1444 Hijriyah ini," kata Sultan Aloeda II.

Menurut Sultan Aloeda II kegiatan kali ini lebih istimewa dengan kedatangan Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti. Sultan mengajak LaNyalla berkeliling melihat kondisi Keraton Kasepuhan Cirebon.

" Tadi melihat komplek Keraton. Diantaranya Langgar Agung, Sumur Kejayaan. Tidak sempat ke seluruh komplek karena waktu terbatas," terang Sultan Aloeda II.


Setelah buka puasa bersama kata Sultan Aloeda II kemudian sholat magrib, lanjut dia, Ketua DPD bercengkrama dengan keluarga keraton dan sejumlah tamu undangan. Selanjutnya setelah sholat Isya, Ketua DPD RI berziarah ke makam sunan gunung jati yang berada di desa Astana.

" Disana beliau akan melakukan sholat malam dan beberapa ritual ibadah Ramadhan," ucap Sultan Aloeda II.

Dia berharap dengan kunjungan tersebut akan makin besar lagi perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap eksistensi Keraton Kasepuhan sebagai penjaga warisan budaya di Cirebon.

" Beberapa bagian keraton mengalami kerusakan. Ini butuh bantuan pemerintah sebagai upaya pelestarian sejarah dan budaya serta mempertahankan kearifan lokal Cirebon," ungkap Sultan Aloeda II.


Mengenai konflik internal Keluarga Keraton Kasepuhan, Sultan Aloeda II mengatakan, sudah ada keputusan atau ketetapan dari Mahkamah Agung (MA) terkait siapa yang berhak menduduki tahta. Sultan meminta semua pihak yang tidak mempunyai hak untuk meninggalkan keraton. Pihaknya akan menempuh upaya tegas namun tetap dalam batas kemanusiaan.

" Bagaimana pun masih Keluarga. Namun sikap tegas harus ditegakkan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," ucap Sultan Aloeda II, R Raharjo Djali. (wnd)

Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top