E satu.com (Indramayu) - Akses Jalan penghubung Limbangan - Segeran Kecamatan Juntinyuat kini direkonstruksi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Indramayu.
Pelaksanaan Rekontruksi yang dilakukan oleh DPUPR Kabupaten Indramayu ini menelan anggaran sebesar Rp2,6 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 dengan pelaksana proyek dari CV Pancoran Jaya .
Diketahui bahwa kegiatan rekonstruksi jalan Limbangan-Segeran dilaksanakan sejak Senin 4 Agustus 2025 yang sebelumnya kondisi rusak parah dan dikeluhkan oleh masyarakat sekitar khususnya pengguna jalan.
" Alhamdulillah, jalan yang rusak di Pondoh mulai diperbaiki dengan spesifikasi cor beton. Insya Allah, kali ini jalan lebih kuat dan tahan lama,” kata Nuryadi, warga setempat, saat ditemui, Selasa pagi (26/8)
Dirinya menilai pengerjaan proyek sudah cukup baik. Dari titik awal, item demi item tampak dikerjakan dengan rapi. Leveling pun terlihat rata dan berkualitas.
“Kabarnya pengecoran ini lebih dari satu kilometer. Mudah-mudahan bisa mencakup seluruh ruas yang rusak. Jujur saja, saya sangat senang karena hampir setiap hari melewati jalan ini,” ujar Nuryadi, yang berprofesi sebagai wiraswasta dan pedagang.
Hal serupa juga disampaikan Waryo (36), warga Desa Pondoh lainnya. Ia mengaku lega karena jalan yang diperbaiki tersebut melewati lahan pertaniannya. Selama hampir 10 tahun, ia merasa was-was setiap kali harus menuju sawah karena jalan berlubang dan rusak parah.
“Dengan diperbaikinya jalan ini, saya sebagai petani merasa sangat terbantu,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kecamatan Juntinyuat , Cutisna , menyambut baik dimulainya proyek rekonstruksi di titik Desa Pondoh. Ia berharap pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi dan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Ini adalah pertaruhan besar bagi pemborong dari CV Pancora Jaya. Karena jalan ini sempat viral, otomatis banyak mata yang memantau pelaksanaan di lapangan. Saya berharap hasil akhirnya benar-benar bermutu dan sesuai spesifikasi,” tegasnya.
Menurut Tisna, progres pengerjaan pengecoran hingga saat ini diperkirakan telah mencapai 15 persen. Ia juga mengapresiasi kehadiran pengawas dari Bidang Bina Marga DPUPR yang rutin berada di lokasi.
“Tim pengawas dari dinas selalu siaga mengawasi pekerjaan. Kehadiran mereka sangat penting untuk meminimalisir potensi kecurangan selama pelaksanaan,” pungkasnya (tkh)








.webp)













Post A Comment:
0 comments: