E satu.com (Kota Cirebon) - Fakultas Pendidikan dan Sains (FPS) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon kembali menggelar Yudisium dan Sumpah Profesi Guru PPG Gelombang 2 Tahun 2024, yang berlangsung di Hotel Zamrud, Kota Cirebon, Kamis (18/9/2025).
Sebanyak 214 lulusan PPG dari berbagai daerah, mulai dari Bima, Yogyakarta, hingga Papua, mengikuti prosesi sumpah profesi guru.
Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Prof. Dr. Mukarto Siswoyo, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa investasi terbesar suatu bangsa adalah pendidikan. Ia mencontohkan Jepang yang mampu bangkit menjadi negara maju dalam dua dekade karena menaruh perhatian besar pada pendidikan.
“Jepang bisa membuat bom atom, tapi mereka bersumpah tidak mau karena pernah merasakan dahsyatnya bom atom. Jepang membangun masyarakatnya yang hancur hingga bangkit kembali. Itu artinya eksistensi guru profesional sangat berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” ungkap Mukarto.
Mukarto juga menyebut guru sebagai pewaris nabi yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik generasi penerus.
“Hari ini saya sangat bangga dengan lulusnya para calon guru profesional. Selamat yang sudah disumpah,” katanya.
Sementara itu, Rektor UGJ, Prof. Dr. Achmad Faqih, menilai momentum sumpah profesi guru bukan sekadar seremoni, melainkan wujud penghayatan tanggung jawab moral dan profesional.
“Profesi guru adalah amal jariyah. Ilmu yang diajarkan dan diikuti murid akan menjadi keberkahan. Karena itu guru harus kreatif menghadirkan pembelajaran yang inovatif agar tidak tertinggal dari perkembangan ilmu pengetahuan,” ujar Faqih.
Dekan FPS UGJ, Dr. Endang Herawan, M.M., menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, sejak 2018 UGJ dipercaya pemerintah untuk menyelenggarakan program PPG, dan mutu pelaksanaannya telah memenuhi bahkan melampaui standar.
“PPG ini adalah titipan pemerintah. Anggarannya dari pemerintah, dan kami mengantarkannya untuk melahirkan guru profesional. Para peserta berasal dari Aceh, Bengkulu, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Papua Barat, Sulsel, hingga Sumatera Utara,” jelas Endang.
Endang menegaskan UGJ akan terus membimbing para guru profesional tersebut agar siap berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (Wandi)










.webp)













Post A Comment:
0 comments: