E satu.com (Jakarta ) -  Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan kabinet beberapa post kementerian dan pimpinan kepala badan yakni posisi Wakil Menteri dan Wakil Kepala.

Beberapa nama-nama diantaranya:

Komjen Pol Purnawiran Ahmad Dofiri dilantik jadi Penasehat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian
Letjen TNI (Pur) Djamari Chaniago dilantik jadi Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan
Erick Thohir dilantik jadi Menteri Pemuda dan Olahraga
Muhammad Qodari Kepala Staf Kepresidenan
Angga Raka Prabowo menjadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO)
Afriansyah Noor dilantik jadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan 
Rohmat Marzuki dilantik menjadi Wakil Menteri Kehutanan
Farida Faricha dilantik menjadi Wakil Menteri Koperasi
Nanik Sudayanti dilantik menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
Sonny Sanjaya dilantik menjadi Wakil Ketua Badan Gizi Nasional
Sara Sadiqa dilantik menjadi Kepala LKPP


Menanggapi hal itu, pengamat politik Fernando Emas , menilai kurang pas pengganti posisi Budi Gunawan sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam) diisi kembali dari kalangan TNI atau pun Polri.

"Apalagi saat ini sedang ada kerugian pelemahan Polri sejak dari beberapa waktu lalu ketika ada demonstrasi yang berakhir rusuh. Akan lebih baik kalau posisi Menkopolkam bukan dari mantan anggota Polri atau TNI. Sehingga ketika ada agenda untuk melakukan reformasi Polri tidak ada kecurigaan untuk melemahkan institusi yang saat ini dipimpin oleh Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo," kata Fernando.

(AWW)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top