E satu.com (Tangerang) - Aksi damai menolak PIK 2 dan anti oligarki yang dilakukan oleh Koalisi Rakyat Banten yang diadakan di Tugu Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten pada Senin ( 10/11/2025 ) berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif sampai akhir aksi. Kondisi aman dan kondusif tersebut berkat kesigapan petugas keamanan, baik dari Polresta Tangerang, Kodim 0510/Trs, Polsek Mauk dan Koramil 09 Mauk, yang dengan profesional melakukan pengamanan dan pengaturan, baik massa aksi maupun masyarakat umum yang melintas di sekitar Tugu Mauk.
Aksi damai menolak PIK 2 dan anti oligarki ini dihadiri oleh beberapa tokoh nasional, diantaranya, mantan Ketua KPK, Abraham Samad, Mayjen TNI ( Purn ) Soenarko, Tim Penasehat Hukum, Ahmad Khoizudin S.H dan beberapa tokoh nasional lainnya.
Ada sepuluh tuntutan rakyat ( Sepultura ) dalam aksi Deklarasi Mauk tersebut, yakni :
- Hentikan proyek PIK 2 dan proyek lainnya yang jelas telah menyengsarakan rakyat Banten
- Tangkap dan adili pelaku perampasan tanah yaitu : Aguan, Antony Salim, Jokowi, Nono Sampono dan Ali Hanafia Wijaya beserta antek-anteknya (oknum pemerintah daerah dan oknum BPN)
- Kembalikan tanah yang sudah dirampas PIK 2 yang meliputi tanah milik warga, asset-asset negara antara lain sungai-sungai, hutan mangrove dan tanah hasil sitaan BLBI
- Hentikan kriminalisasi dan pulihkan nama baik warga yang menjadi korban kriminalisasi dan perampasan tanah oleh PIK 2
- Aparat Kepolisian, kejaksaan dan pengadilan tidak boleh menjadi kaki tangan Aguan tapi harus membela rakyat yang terzolimi.
- Truk tanah untuk proyek PIK 2 dilarang melintas di jalan raya yang dikelola oleh negara/Pemerintah dan tuntut biaya perbaikan jalan ke pengembang PIK 2
- Batalkan kerjasama Pemkot Serang dengan perusahaan asal Tiongkok untuk membangun kawasan industri
- Cabut Perda Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2023 tentang rencana tata ruang wilayah provinsi Banten tahun 2023 sampai 2043 dan cabut izin persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang ( PKKPR )untuk proyek reklamasi pik 2 serta kembalikan ke zona hijau untuk lahan pertanian dan pertambakan
- Tangkap dan penjarakan calo-calo tanah yang masih berkeliaran di wilayah Banten Utara termasuk oknum APDESI, oknum LSM, oknum Wartawan dan termasuk spekulan tanah
- Menuntut kehadiran negara untuk melindungi wilayah kedaulatan dan tanah milik rakyat yang saat ini dirampas oleh oligarki, tetapi tidak terbatas pada apa yang terjadi di proyek pik 2 Tangerang, PSN Surabaya waterfront land ( SWL ) di Surabaya, proyek Rempang Eco City di Rempang, Makassar, Kalimantan, Papua Sumatera Utara dan di berbagai wilayah Indonesia lainnya.
Walaupun sempat beredar kabar, bahwa akan ada penolakan dari pihak lain, tetapi Aksi damai tersebut berjalan dengan tertib dan tidak mengganggu warga Mauk dalam beraktivitas sehari-hari, walaupun ada beberapa toko di sekitar Tugu Mauk yang tutup, namun berjalannya aksi tidak mengganggu ketertiban umum, kondisi tetap tertib, aman dan kondusif.
Terkait pengamanan jalannya aksi, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol. Andi M. Indra Waspada A. S.H. S.I.K. M.M. M.Si., usai mengadakan apel upacara, menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT dan berterimakasih dan mengapresiasi kepada seluruh rekan-rekan personel yang bertugas. Kapolresta Tangerang juga berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada Dandim 0510/Trs beserta jajarannya, karena telah bekerjasama dengan baik dalam melakukan pengamanan aksi di Tugu Mauk.
Sementara itu Kapolsek Mauk, AKP Subarjo SH. M.Si, mengatakan, " kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kinerja rekan-rekan di lapangan, khususnya pengaturan arus lalu lintas dan manajemen massa oleh Satlantas Polsek Mauk, sangat efektif dalam memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum dapat terpenuhi, tanpa mengganggu ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas ", tutur AKP Subarjo.
Kapolresta Tangerang juga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dan melayani masyarakat, baik dalam mengawal aksi damai maupun menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Tangerang dan keterlibatan aparat Kodim 0510/Trs dalam pengamanan, menandakan TNI dan POLRI sebagai mitra keamanan, telah bekerja secara profesional.
Massa aksi yang meninggalkan lokasi Tugu Mauk dikawal masing masing petugas Polsek, terutama dari wilayah Pantura. Aktivitas di sekitar Tugu Mauk kembali berangsur normal, aman dan kondusif.
( Soleh )









.webp)












Post A Comment:
0 comments: