E satu.com (Cirebon) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Bank Indonesia Cirebon, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) menggelar Fun Run 2025 “Jelajah Kota Wali”, Minggu (7/12/2025) pagi di Kota Cirebon.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai lembaga industri jasa keuangan se-Ciayumajakuning.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib mengatakan kegiatan Fun Run ini merupakan bentuk kolaborasi OJK dengan Ketua FKIJK dan BMPD Cirebon serta Bank Indonesia Cirebon dalam rangka memperkuat sinergi sektor keuangan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Momentum ini bukan hanya sekadar Fun Run untuk menjaga kesehatan, tetapi juga menjaga stabilitas sektor keuangan, serta memupuk kepedulian kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah Padang, Sumatera Barat dan Aceh,” ujar Agus..



Dalam kegiatan tersebut, dilakukan aksi penggalangan dana melalui QRIS dan penyerahan donasi yang berasal dari seluruh industri jasa keuangan. Total donasi sementara telah mencapai Rp.10 juta dan akan disalurkan melalui Baznas Kota Cirebon untuk membantu percepatan penyaluran bantuan.

“Hari ini kita banyak menempelkan QRIS untuk memudahkan donasi. Dana yang terkumpul akan dialihkan kepada para korban melalui Baznas Kota Cirebon,” ucap Agus.

Ketua FKIJK yang juga Pemimpin Bank BJB Cirebon, Opik Rubiana, menyebut Fun Run ini menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antarindustri jasa keuangan dan stakeholder di wilayah Ciayumajakuning.


“Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. Harapannya, kolaborasi informal seperti ini bisa diteruskan menjadi kegiatan formal untuk meningkatkan literasi dan edukasi keuangan,” ujarnya.

Peserta kegiatan terdiri dari ratusan pegawai industri jasa keuangan serta unsur Forkopimda, perguruan tinggi, dan stakeholder terkait lainnya.

Opik menegaskan bahwa edukasi keuangan menjadi langkah penting untuk meningkatkan budaya pengelolaan keuangan yang baik serta mencegah masyarakat menjadi korban praktik keuangan ilegal..



“Kami mengingatkan kembali pentingnya budaya keuangan yang sehat. Bagaimana masyarakat mengelola keuangan dengan baik dan terhindar dari kegiatan ilegal, termasuk pinjaman online ilegal,” tegasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Jajang Hermawan menegaskan bahwa peran BI
sejalan dengan OJK dalam memperkuat ketahanan dan stabilitas ekonomi daerah.

“Kolaborasi OJK, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan merupakan energi besar bagi
stabilitas ekonomi daerah. Melalui kegiatan seperti fun run dan edukasi keuangan ini, kita
membangun kedekatan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam
memanfaatkan layanan keuangan secara bijak. Sinergi ini harus terus dijaga untuk
memperkuat ketahanan ekonomi Cirebon Raya,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Cirebon. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top