E satu.com (Tangerang) -
 Atap plafon Masjid Al-I’tishom di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ambruk saat jemaah menunaikan salat subuh, Minggu (25/1/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.41 WIB itu memicu kepanikan di dalam masjid dan kembali menyorot buruknya perawatan fasilitas publik milik pemerintah daerah.

Reruntuhan plafon terlihat berserakan di sisi kanan bagian belakang masjid. Dalam rekaman CCTV, bagian plafon yang ambruk hanya di area tersebut. Beruntung tidak ada jemaah yang tepat berada di bawah titik runtuhnya material.

Sejumlah jemaah yang tengah salat tampak kaget dan menoleh ke belakang. Sebagian langsung berkerumun sesaat sebelum akhirnya menepi menjauhi lokasi kejadian. Tak lama setelah insiden, petugas membersihkan puing-puing plafon yang ambruk.

Insiden ini terjadi di tengah proses perbaikan atap plafon Masjid Al-I’tishom. Hujan deras yang turun dalam beberapa pekan terakhir diduga memperparah kondisi plafon yang sudah lapuk akibat kebocoran.

Petugas pemeliharaan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel mengonfirmasi bahwa perbaikan memang sedang berlangsung. “Kita bantu perbaikan di area tersebut,” ujar Kepala UPT Pemeliharaan DCKTR Tangsel, Budi.

Namun ambruknya plafon di masjid yang berada di jantung pusat pemerintahan kota memunculkan pertanyaan serius soal standar inspeksi dan keselamatan bangunan.

Fakta bahwa bagian plafon bisa runtuh saat masjid dipenuhi jemaah subuh menunjukkan lemahnya mitigasi risiko dan pengawasan teknis

Tanpa evaluasi menyeluruh dan transparan, insiden ini berpotensi terulang — bukan hanya di masjid, tetapi juga di fasilitas publik lain milik Pemkot Tangsel. Kali ini tak ada korban. Tapi keberuntungan tak bisa terus dijadikan alasan pembenar atas kelalaian perawatan.
( AWW )
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top