E satu.com (Cirrebon) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon menyatakan keprihatinan mendalam atas beredarnya sebuah video yang diduga mempertontonkan praktik LGBT di wilayah Kabupaten Cirebon.
Peristiwa tersebut dinilai mencederai nilai-nilai agama dan norma sosial yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Cirebon sebagai daerah yang dikenal dengan sebutan Kota Wali.
PCNU menilai beredarnya video tersebut menjadi indikasi bahwa penyakit masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan telah nyata hadir di lingkungan sekitar dan berpotensi merusak tatanan moral masyarakat.
“Atas dasar itu, kami mengecam keras para inisiator dan fasilitator pesta LGBT yang videonya beredar luas di tengah masyarakat,” tegas Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi, dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
KH Aziz menyampaikan bahwa perilaku LGBT bertentangan dengan nilai kesucian, kehormatan, dan fitrah kemanusiaan menurut ajaran Islam.
Ia menegaskan bahwa dalam perspektif syariat Islam, praktik tersebut dihukumi haram.
“Perilaku LGBT jelas bertentangan dengan nilai-nilai agama. Bahkan dalam pandangan kami, hal tersebut tidak sesuai dengan fitrah kemanusiaan,” ujarnya.
PCNU Kabupaten Cirebon juga mendorong aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas dengan mengusut tuntas kasus tersebut.
Menurut KH Aziz, aparat perlu menangkap pihak-pihak yang menjadi inisiator dan fasilitator kegiatan tersebut.
“Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, kami mendorong agar segera diproses sesuai ketentuan perundang-undangan hingga ke pengadilan. Penegakan hukum ini penting untuk menegaskan bahwa pemanfaatan komunitas LGBT untuk kepentingan tertentu merupakan bentuk pelanggaran terhadap norma agama dan sosial,” katanya.
Selain itu, PCNU juga menghimbau pemerintah daerah agar melakukan mitigasi dan pengawasan sejak dini terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting agar fenomena serupa dapat dicegah serta ditangani melalui pembinaan yang tepat.
PCNU turut mengingatkan peran orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya dalam pergaulan sehari-hari, agar tidak terjerumus dalam komunitas yang dinilai menyimpang dari norma agama dan sosial.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Cirebon agar tetap menjadi daerah yang religius, aman, dan bermartabat,” pungkas KH Aziz. (Wan)








.webp)












Post A Comment:
0 comments: