E satu.com (Cirebon) - Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menunjukkan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari partisipasi UGJ dalam International Inbound Mobility Programme yang diselenggarakan oleh Universiti Utara Malaysia (UUM) dan Universiti Sains Malaysia (USM) pada 9–17 Februari 2026.
Program bertema “Merangka Peradaban Global melalui Kelestarian Ilmu (MPGKI)” ini menjadi momentum bagi mahasiswa UGJ untuk memperluas pengalaman akademik sekaligus pengabdian masyarakat dalam konteks global.
Kegiatan dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas negara yang menekankan penguatan kapasitas akademik, kepemimpinan, serta pengembangan perspektif global mahasiswa.
Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UGJ Cirebon, Dr. Ipik Permana, S.IP., M.Si mengatakan, mahasiswa tidak hanya mengikuti sesi akademik di kampus, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi lintas budaya dan kunjungan ke berbagai institusi di Malaysia.
“Partisipasi mahasiswa UGJ dalam program ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional. Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini juga mempererat hubungan kelembagaan antara UGJ dan perguruan tinggi di Malaysia, khususnya Universiti Utara Malaysia (UUM),” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UGJ dengan UUM dan USM sebagai bentuk penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain agenda akademik, mahasiswa UGJ mengikuti program pertukaran budaya Indonesia-Malaysia.
Kegiatan ini menjadi ajang memperkenalkan kekayaan budaya nusantara sekaligus memahami nilai-nilai budaya masyarakat setempat.
Menurut Ipik, interaksi lintas budaya tersebut memperkuat rasa saling menghormati, toleransi, serta pemahaman terhadap keberagaman di kawasan Asia Tenggara.
Mahasiswa UGJ juga melaksanakan pengabdian masyarakat bersama mahasiswa UUM di Kampung Tengah Warna-Warni, Negeri Perlis. Dalam kegiatan itu, mahasiswa berkolaborasi dengan warga menjalankan berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan dan partisipasi sosial.
“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat mendapat respons positif serta menjadi pengalaman berharga dalam membangun empati dan kepedulian sosial,” jelasnya.
Kegiatan pengabdian juga digelar di Desa Mesjid bersama mahasiswa USM. Program tersebut mencerminkan semangat kolaboratif antarperguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai aktivitas sosial, edukatif, dan pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan warga.
Tak hanya mahasiswa, dosen Fakultas Kedokteran (FK) UGJ turut berperan aktif melalui kegiatan guest lecture dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Selama dua hari, tim dosen melaksanakan sosialisasi kesehatan di Desa Mesjid dengan fokus pada edukasi pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran hidup sehat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa UGJ memperoleh pengalaman komprehensif yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, penguatan karakter, serta praktik pengabdian di lingkungan internasional.
UGJ berharap KKN Internasional tersebut mampu melahirkan mahasiswa berdaya saing global, berwawasan luas, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan ilmu dalam membangun peradaban global. (Wandi)
https://ugj.ac.id/









.webp)












Post A Comment:
0 comments: