E satu.com (Cirebon) -
Di kawasan Pesarean Pangeran Sapu Jagat di Cucimanah, berdiri kokoh sebuah pohon beringin tua yang menjadi perhatian para peziarah. Pohon besar dengan akar menjuntai ini tidak hanya memberi keteduhan, tetapi juga menyimpan kisah panjang perjalanan sejarah dan spiritual masyarakat setempat.

Menurut cerita yang berkembang secara turun-temurun, pohon beringin tersebut telah ada sejak zaman dahulu, bahkan diyakini tumbuh sejak masa penyebaran Islam oleh Pangeran Sapu Jagat. 

Keberadaannya menjadi penanda bahwa kawasan pesarean ini telah lama menjadi tempat penting bagi masyarakat.
Bagi warga sekitar, beringin tua itu bukan sekadar pohon. Ia dianggap sebagai simbol kekuatan, keteguhan, sekaligus perlindungan. 

Banyak peziarah yang datang tidak hanya untuk berdoa di makam, tetapi juga merasakan ketenangan di bawah rindangnya pohon tersebut.

“Kalau ke sini, rasanya adem, tenang. Pohon beringin ini seperti ikut menjaga tempat ini,” ujar Elang Epo salah satu Famili keraton 

Secara budaya, pohon beringin memang kerap dikaitkan dengan tempat sakral atau lokasi bersejarah di tanah Jawa, termasuk di Cirebon. Hal ini membuat keberadaan beringin di pesarean semakin memperkuat nuansa religius dan khidmat.

Meski demikian, tokoh masyarakat setempat mengingatkan bahwa ziarah tetap harus dimaknai sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada leluhur, bukan untuk hal-hal yang menyimpang dari ajaran agama.

Kini, pohon beringin tua di Pesarean Pangeran Sapu Jagat Cucimanah tetap berdiri tegak, menjadi saksi bisu perjalanan waktu, sekaligus penjaga nilai-nilai sejarah dan spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat.

Reporter.      : Ali Bisma
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top