E satu.com (Cirebon) - Di tengah meningkatnya kekhawatiran warga, Kota Cirebon masih berada dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak sejak 20 Februari 2026. Kondisi ini tidak hanya menjadi persoalan data kesehatan, tetapi juga memunculkan kecemasan di kalangan orang tua yang khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka.
Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, menegaskan bahwa situasi ini membutuhkan respons cepat serta kerja sama dari seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat. Ia menilai, penanganan campak harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak bisa berjalan secara parsial.
“Langkah cepat dan terkoordinasi dari seluruh pihak sangat diperlukan untuk menekan penyebaran penyakit menular ini. Jangan sampai kasus terus bertambah karena keterlambatan penanganan,” ujar Rinna, Senin (20/4/2026).
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait imunisasi dan deteksi dini gejala campak. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu masyarakat mengambil langkah cepat ketika muncul gejala, sehingga risiko penularan dapat ditekan.
Selain itu, Rinna juga menekankan bahwa masyarakat memiliki peran besar dalam memutus rantai penyebaran penyakit. Ia mengajak warga untuk kembali membiasakan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Mulai dari hal kecil seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap, itu semua adalah bentuk perlindungan bagi keluarga kita,” ungkapnya. (Wandi)








.webp)













Post A Comment:
0 comments: