E satu.com (Majalengka) -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus memperkuat peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam mendorong pemerataan ekonomi melalui pengembangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI).

 Upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat di kawasan wisata Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka.
Kegiatan ini menjadi tonggak awal tahap inkubasi Desa EKI di Situ Cipanten, setelah sebelumnya memasuki fase pra-inkubasi pada 2025. 

Pada tahap ini, OJK bersama para pemangku kepentingan mendorong peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap produk dan layanan keuangan formal.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, penguatan Desa EKI di Desa Gunung Kuning merupakan kelanjutan dari inisiasi OJK dalam membangun ekosistem keuangan inklusif di kawasan wisata.

“Program ini tidak berhenti pada tahap pencanangan, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami keuangan, tetapi juga memiliki akses untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Agus, Kamis (16/4/2026).

Ia menilai, kawasan wisata Situ Cipanten memiliki potensi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

 Aktivitas ekonomi mulai dari pelaku UMKM, pengelola wisata hingga sektor pendukung dinilai membutuhkan dukungan literasi dan akses keuangan yang memadai.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Majalengka Eman Suherman, Kepala Dinas Pariwisata Majalengka Rachmat Kartono, serta sejumlah pemangku kepentingan daerah. Sejumlah pihak juga terlibat dalam kolaborasi, di antaranya Bank bjb, PT Perumda BPR Majalengka, dan Rumah BUMN PLN Cirebon.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengapresiasi inisiatif OJK dalam mendorong penguatan Desa EKI di wilayahnya.

 Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Program ini sangat mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya di kawasan wisata Situ Cipanten,” ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Pariwisata Majalengka Rachmat Kartono menyebut penguatan Desa EKI sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan.


“Dengan peningkatan literasi dan akses keuangan, pelaku usaha wisata bisa meningkatkan kualitas layanan dan daya saing destinasi,” katanya.

Melalui program Desa EKI, OJK menghadirkan pendekatan terintegrasi yang meliputi edukasi literasi keuangan, peningkatan pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta fasilitasi akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Kolaborasi dengan industri jasa keuangan seperti Bank bjb dan PT Perumda BPR Majalengka turut memperluas akses layanan keuangan, termasuk tabungan dan pembiayaan. Sementara Rumah BUMN PLN Cirebon berperan dalam pendampingan dan pengembangan UMKM.
Program ini merupakan bagian dari implementasi TPAKD Kabupaten Majalengka Tahun 2026 yang bertujuan memperluas akses keuangan dan mendorong pemerataan ekonomi daerah.

Ke depan, penguatan Desa EKI di Situ Cipanten diharapkan menjadi model pengembangan desa berbasis wisata yang mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top