E satu.com (Cirebon) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon menggelar Musyawarah Kota (Muskot) XIX di Kantor PMI Kota Cirebon, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus pembaruan kepengurusan untuk meningkatkan pelayanan kemanusiaan di Kota Cirebon.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, berharap pelaksanaan Muskot ke-19 ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik melalui musyawarah mufakat.


“Mudah-mudahan semuanya lancar, diberikan keberkahan yang luar biasa dan hasilnya juga akan luar biasa dengan cara musyawarah dan mufakat,” ujar Effendi Edo.


Ia menilai kepemimpinan PMI sebelumnya telah menunjukkan kinerja yang baik dengan kontribusi nyata kepada masyarakat dan pemerintah.

Bahkan, PMI Kota Cirebon juga berhasil menorehkan prestasi dengan meraih rekor MURI pada 2025 untuk kategori donor darah terbanyak dan tercepat.

“Saya bangga, di tahun 2025 ini PMI Kota Cirebon mendapatkan rekor MURI. Mudah-mudahan ke depan semakin maju, semakin berinovasi, dan semakin bisa membantu masyarakat,” ungkapnya.


Effendi Edo juga mengapresiasi masyarakat Kota Cirebon yang memiliki kesadaran tinggi dalam mendonorkan darah secara sukarela.


“Terima kasih kepada masyarakat yang rutin mendonorkan darahnya, bahkan ada yang datang tanpa diminta. Kesadaran ini luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Cirebon, dr. H. Muhammad Edial Sanif, mengatakan Muskot XIX menjadi bagian dari proses pembaruan organisasi, termasuk dalam menghadirkan ide dan inovasi baru.

“Kita harapkan berjalan lancar. Ini adalah proses pembaruan, semoga ke depan dengan pengurus baru ada inovasi dan wajah baru untuk kemajuan PMI dan masyarakat Kota Cirebon,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peran PMI sejalan dengan pemerintah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Sinergi keduanya dinilai penting untuk memastikan pelayanan kemanusiaan berjalan optimal.

“Tanpa sinergi, organisasi ini tidak akan berjalan lebih baik. Kami juga berterima kasih kepada teman-teman media yang telah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kemanusiaan,” katanya.

Edial menambahkan, tingginya kepercayaan masyarakat terhadap PMI Kota Cirebon terlihat dari banyaknya pendonor yang datang, termasuk dari luar daerah.


Bahkan, sekitar 70 persen stok darah PMI Kota Cirebon digunakan untuk kebutuhan masyarakat di luar kota.


“Alhamdulillah kita masih bisa memenuhi kebutuhan tersebut. PMI juga selalu hadir di setiap musibah. Bahkan saat banjir dini hari, relawan kami sudah lebih dulu berada di lokasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, para relawan PMI bekerja tanpa pamrih demi kemanusiaan.

“Relawan PMI ini bekerja tanpa digaji, pagi, siang, dan malam untuk kemanusiaan. Mereka adalah garda terdepan dalam setiap kondisi darurat,” pungkasnya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top