E satu.com ( Tangerang ) - 
Sejarah membuktikan ,  bahwa  tulisan adalah alat  perjuangan  melawan  ketidakadilan yang  sangat kuat. Seperti keyakinan  Sang Pelopor Pers Nasional. , Tirto Adhi Soerjo , rela meninggalkan kenyamanan bangsawan dan memilih perjuangan melalui  tulisan. Baginya, tulisan adalah perlawanan dan media menjadi senjata membebaskan bangsa dari ketidakadilan 

Tirto Adhi Soerjo merupakan tokoh kebangkitan nasional Indonesia sekaligus perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional. Ia lahir pada tahun 1880 di Blora, Jawa Tengah, dengan nama Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo dan berasal dari keluarga bangsawan Jawa yang memberinya kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi di masa kolonial Belanda

Tirto Adhi Soerjo memiliki gagasan bahwa “tulisan adalah bentuk perlawanan terhadap penindasan”. Menurutnya, media berperan strategis dalam membangkitkan kesadaran rakyat, melawan kebijakan yang merugikan, serta mendorong perubahan sosial. Baginya, pers bukan sekadar bisnis, melainkan instrumen perjuangan bangsa. Gagasan tersebut tetap relevan hingga kini karena kebebasan pers dan berpendapat masih menjadi pilar penting demokrasi Indonesia, meskipun media masa kini dihadapkan pada tantangan baru berupa disinformasi, polarisasi opini, tekanan politik, dan hoaks.

Kisah Tirto Adhi Soerjo menjadi bukti nyata bahwa pers lahir dari rahim perjuangan. Ia mengabdikan hidupnya untuk rakyat melalui tulisan, meski harus berakhir di penjara dan diasingkan. Pada tahun 2006, pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional, dan hingga kini jejaknya menginspirasi kita bahwa dalam situasi apa pun, tulisan tetap bisa menjadi bentuk perlawanan yang paling kuat.

( AWW )
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top