E satu.com (Tangerang) - Di tengah keterbatasan biaya operasional, Yayasan Respon Cepat Badan Darurat Kemanusiaan (RC BADAK) terus berupaya maksimal membantu pendampingan pasien penderita kanker anak maupun dewasa dari kalangan masyarakat kurang mampu.
Tidak hanya menyediakan layanan ambulans gratis untuk antar-jemput pasien, RC BADAK juga menyiapkan rumah singgah gratis bagi pasien penderita kanker yang berasal dari luar daerah maupun pasien yang memiliki tempat tinggal jauh dari rumah sakit rujukan.
Kehadiran rumah singgah tersebut sangat membantu pasien yang harus menjalani rawat jalan secara rutin, sehingga mereka memiliki tempat tinggal sementara tanpa dipungut biaya.
Menurut relawan Yayasan Respon Cepat Badan Darurat Kemanusiaan (RC BADAK) yang bertugas sebagai driver ambulans, Putra, saat ini rumah singgah RC BADAK telah terisi penuh oleh pasien penderita kanker anak dan dewasa, baik dari dalam maupun luar Kota Tangerang.
“ Saat ini rumah singgah RC BADAK sudah terisi penuh oleh pasien penderita kanker anak dan dewasa, baik dari dalam maupun luar daerah Kota Tangerang. Untuk ruangan juga kami pisahkan antara pasien anak dan dewasa, jadi tidak disatukan,” ungkap Putra saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu, Minggu (18/5/2026).
Ia menjelaskan, setiap hari relawan RC BADAK terus bergerak melakukan pendampingan dan antar-jemput pasien penderita kanker dari kalangan masyarakat kurang mampu.
“Setiap hari kami antar-jemput dan mendampingi puluhan pasien penderita kanker dari kalangan masyarakat kurang mampu. Ini saya juga baru pulang dari Pandeglang, lalu langsung kembali menjemput pasien lagi untuk dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.
Saat ditanya mengenai suka dan duka menjadi relawan kemanusiaan, Putra mengaku bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk membantu sesama, khususnya pasien kanker yang benar-benar membutuhkan bantuan.
“Alhamdulillah, saya masih diberikan kesempatan dan kemudahan untuk membantu masyarakat yang kondisinya benar-benar membutuhkan bantuan, terlebih mereka adalah pasien penderita kanker dari kalangan masyarakat kurang mampu. Tentunya ini menjadi kepuasan batin tersendiri,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa Yayasan RC BADAK masih sering menghadapi kendala biaya operasional yang cukup besar, mulai dari pemeliharaan rumah singgah, ambulans, hingga kebutuhan akomodasi lainnya.
“Memang kami sering terkendala oleh besarnya biaya rutin yang harus dikeluarkan untuk pemeliharaan rumah singgah, mobil ambulans, akomodasi, dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya berharap ada perhatian dan dukungan dari berbagai instansi maupun lembaga pemerintahan terhadap aktivitas kemanusiaan yang selama ini dijalankan RC BADAK.
“Kami sangat berharap instansi dan lembaga-lembaga pemerintahan dapat lebih banyak menoleh dan memberikan perhatian kepada Yayasan Respon Cepat Badan Darurat Kemanusiaan, RC BADAK,” pungkasnya.
(AWW)








.webp)













Post A Comment:
0 comments: