E satu.com (Cirebon) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Cirebon, Kamis (7/5/2026).
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa melakukan orasi hingga membakar ban di depan kantor dewan.
Massa juga sempat mendesak masuk ke dalam gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Setelah sempat tertahan, mahasiswa akhirnya diperbolehkan masuk ke Griya Sawala. Namun, kekecewaan muncul lantaran tidak ada satu pun anggota DPRD Kota Cirebon yang menemui mereka.
Koordinator aksi Aliansi BEM UGJ, Alif Bintang Angkasa, mengaku kecewa karena aspirasi mahasiswa tak mendapat respons langsung dari para wakil rakyat.
"Hari ini kami kecewa, karena kami dipersilahkan masuk, tapi tak ditemui siapapun di sini," kata Alif dalam aksi tersebut.
Menurut Alif, kedatangan mahasiswa ke gedung DPRD bertujuan menyoroti sejumlah persoalan yang terjadi di Kota Cirebon. Mulai dari isu pendidikan hingga ketenagakerjaan menjadi perhatian mereka.
Namun, aspirasi itu urung tersampaikan lantaran tidak ada anggota DPRD yang hadir menemui massa aksi.
Setelah cukup lama menunggu di dalam Griya Sawala, mahasiswa kembali melakukan orasi. Mereka kemudian meninggalkan lokasi sambil menyatakan mosi tidak percaya terhadap DPRD Kota Cirebon.
Sebelum pergi, mahasiswa juga meninggalkan selembar kertas berisi tulisan di atas meja, lengkap dengan uang receh sebesar Rp1.500. (Wandi)









.webp)













Post A Comment:
0 comments: