E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Cuaca panas hingga beragam penyakit tropis yang banyak ditemukan di Indonesia ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa kedokteran asal Belanda untuk belajar di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Melalui program student exchange, dua mahasiswa dari Radboud University datang ke Universitas Swadaya Gunung Jati untuk mempelajari langsung penyakit tropis yang jarang ditemui di negara mereka.

Dua mahasiswa tersebut diketahui bernama Bin Yang Liem dan Susanna Bijsterboch. Keduanya menjalani pembelajaran dan magang di Fakultas Kedokteran UGJ selama dua bulan setengah sejak Maret 2026.

Salah satu mahasiswa asal Belanda, Bin Yang Liem mengaku banyak mendapatkan pengalaman baru selama belajar kedokteran di Cirebon.

Ia mengatakan berbagai penyakit tropis yang ditemukan di Indonesia menjadi hal menarik karena belum pernah ditemui sebelumnya di Belanda.

“Di sini ada banyak tropical disease atau penyakit tropis yang tidak ada di Belanda. Ini pertama kali kami melihat penyakit itu di sini,” ujar Bin saat diwawancarai media, Rabu (20/5/2026).

Selain pengalaman akademik, Bin juga mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat dan lingkungan kampus selama berada di Cirebon.

“Kami belajar banyak dan orang-orang di sini baik-baik,” ucapnya.

Namun, Bin mengaku sempat mengalami kendala dalam proses pembelajaran, terutama saat harus berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia dengan pasien.

“Kesulitannya bicara bahasa Indonesia,” jelas dia sambil tertawa.

Meski begitu, ia menyebut mahasiswa koas Fakultas Kedokteran UGJ banyak membantu dirinya dan Susanna saat menjalani praktik lapangan.

“Kami didukung dari koas di UGJ untuk bicara dengan pasien dan supervisor,” katanya.

Sementara itu, Rektor UGJ Cirebon, Achmad Faqih mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kerja sama internasional antara Fakultas Kedokteran UGJ dengan Radboud University Belanda.

“Kita kedatangan mahasiswa dari Radboud University, dari Nijmegen, Belanda. Mereka belajar di bidang kedokteran, khususnya penyakit tropikal atau Tropical Medicine,” ujar Achmad.

Menurutnya, kerja sama internasional itu telah berjalan sejak tahun 2024 dan kini memasuki batch ketujuh. Program tersebut juga menjadi langkah UGJ untuk memperluas jejaring pendidikan hingga tingkat global.

“Ini merupakan suatu prestasi. Kami selaku rektor bangga dengan aktivitas Fakultas Kedokteran untuk kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di dunia,” ucapnya.

Achmad menambahkan, selain bekerja sama dengan Radboud University, UGJ juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah kampus luar negeri lainnya seperti Poitiers University, Mahidol University, serta beberapa perguruan tinggi di China.

Dalam kesempatan yang sama, pihak dekanat FK UGJ menyebut selama tujuh batch program student exchange, sudah ada 34 mahasiswa asal Belanda yang datang ke Cirebon untuk belajar di bidang kedokteran tropis.

“Tidak hanya mahasiswa Radboud saja yang ke Indonesia, tapi mahasiswa FK UGJ juga nantinya akan belajar di Radboud University,” jelasnya. (Wandi)

“Dampaknya dirasakan langsung oleh klien kami, baik secara fisik maupun psikis. Jika tidak diturunkan, kami akan mengambil langkah hukum,” tegasnya.

Selain itu, Reno menilai unggahan tersebut memicu munculnya komentar-komentar bernada tendensius yang menyeret nama MU, padahal kliennya disebut tidak mengetahui secara langsung perkara yang dimaksud.

Pihaknya juga mengaku telah mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Sumber terkait persoalan tersebut.

Tak hanya terhadap pengelola akun media sosial, Reno menyebut pihaknya juga mempertimbangkan langkah hukum terhadap sejumlah akun yang meninggalkan komentar bernada dugaan pencemaran nama baik.

“Kami mengimbau masyarakat dan netizen lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” pungkasnya. (Wandi)

Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top