E satu.com (Kuningan) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui edukasi bertajuk “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas” di Universitas Kuningan, Kabupaten Kuningan. Sebanyak 500 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKU mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 dalam program nasional GENCARKAN. Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI Shohibul Imam, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, serta Rektor UNIKU Anna Fitri Hindriana.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan generasi muda saat ini menghadapi ancaman serius di tengah pesatnya digitalisasi keuangan.


Kemudahan akses teknologi kerap dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menjerat masyarakat melalui pinjaman online ilegal, investasi bodong, penipuan digital hingga judi online.


“Mahasiswa jangan sampai menjadi korban ataupun pelaku praktik keuangan ilegal. OJK hadir untuk memastikan generasi muda mampu membedakan layanan keuangan legal dan yang merugikan,” ujar Agus, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, edukasi keuangan kini menjadi kebutuhan mendesak di tengah maraknya transaksi digital. Generasi muda dinilai perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan, menjaga data pribadi, serta memahami risiko investasi dan perilaku konsumtif akibat pengaruh media sosial.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan pelajar dan mahasiswa baru mencapai 40,49 persen, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 66,64 persen. Kondisi ini menjadi perhatian karena kelompok usia muda merupakan pengguna teknologi digital terbesar.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan edukasi terkait ciri-ciri pinjol ilegal, cara mengenali investasi bodong, hingga dampak judi online terhadap kondisi finansial dan mental. Peserta juga dibekali pemahaman pentingnya menggunakan layanan jasa keuangan resmi yang diawasi OJK.

Shohibul Imam menyebut penguatan literasi keuangan menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi muda yang mandiri dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi langkah aktif OJK Cirebon yang terus hadir memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat.

Menurutnya, upaya tersebut penting untuk melindungi generasi muda dari ancaman kejahatan keuangan digital.

“Kami mengapresiasi OJK Cirebon yang konsisten meningkatkan literasi keuangan, khususnya bagi mahasiswa agar lebih bijak mengelola keuangan dan tidak mudah terjebak pinjol ilegal maupun judi online,” ujarnya.

Rektor UNIKU Anna Fitri Hindriana juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun bersama OJK.


Ia menilai edukasi keuangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga cerdas dalam mengambil keputusan finansial.


OJK menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agent of change dalam menyebarkan pemahaman keuangan yang baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam mendorong akses keuangan yang inklusif, aman, dan bertanggung jawab di wilayah Ciayumajakuning.

Melalui edukasi ini, OJK menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan literasi keuangan serta melindungi masyarakat dari berbagai ancaman kejahatan keuangan digital. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top