E satu.com (Indramayu) - Lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir di Pasar Jatibarang menjadi sorotan utama. Melalui pola swakelola yang dikendalikan langsung oleh manajemen pasar, pendapatan parkir melonjak drastis hingga tiga kali lipat.

Kepala Pasar Jatibarang, Samsuri, mengungkapkan bahwa saat ini penerimaan parkir mampu menembus Rp3,8 juta per hari. Jika diakumulasi, angka tersebut setara dengan sekitar Rp1,3 miliar per tahun atau rata-rata Rp108 juta per bulan.

“Kalau dihitung per hari, kita bisa tembus Rp3,8 juta. Sebelumnya hanya di kisaran Rp1,1 juta sampai Rp1,5 juta per hari,” ujar Samsuri.

Kenaikan signifikan ini menjadi bukti konkret efektivitas sistem swakelola. Dengan pengelolaan langsung oleh pihak pasar, potensi kebocoran pendapatan dapat ditekan, sekaligus memastikan seluruh pemasukan tercatat secara optimal.

Dibandingkan periode sebelumnya saat dikelola pihak ketiga, capaian Pasar Jatibarang menunjukkan lompatan tajam. Bahkan, dalam skala lebih luas, kontribusi dua pasar Jatibarang dan Karangampel kini sudah mampu menyaingi bahkan melampaui setoran PAD dari 14 pasar saat masih dikelola pihak ketiga yang hanya berkisar Rp900 juta per tahun.

Anggota Komisi III DPRD Indramayu, H. Nico Antonio, ST, menilai capaian ini sebagai indikator perbaikan tata kelola yang signifikan. Ia menyebut swakelola bukan sekadar perubahan teknis, melainkan langkah strategis dalam memperkuat transparansi dan efisiensi.

“Kami melihat lonjakan PAD yang cukup signifikan, khususnya dari Pasar Jatibarang. Ini menunjukkan pengelolaan mandiri mampu memberikan hasil nyata bagi daerah,” kata Nico.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi III DPRD Indramayu, Suhendri, SH. Ia menegaskan bahwa peningkatan PAD dari Pasar Jatibarang menjadi contoh nyata keberhasilan optimalisasi aset daerah.

“Sekarang, dari dua pasar saja sudah terlihat lonjakan signifikan. Pasar Jatibarang jadi salah satu penyumbang terbesar. Ini jauh lebih baik dibanding saat dikelola pihak ketiga,” ujarnya.

Menurutnya, sistem swakelola memberi ruang kontrol lebih kuat bagi pemerintah daerah dalam memastikan pendapatan masuk secara transparan. Selain itu, pelayanan parkir kepada masyarakat juga dinilai lebih tertata.

Keberhasilan Pasar Jatibarang ini pun didorong untuk menjadi model bagi pasar-pasar lain di Indramayu. DPRD berencana melakukan evaluasi terhadap sejumlah pasar yang belum menerapkan atau belum optimal dalam sistem serupa.

Sementara itu, Plt Kepala Diskopdagin Indramayu, H. Mardono, menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD terhadap kebijakan swakelola. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Lonjakan PAD dari Pasar Jatibarang bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa pengelolaan aset daerah yang tepat dapat memberikan dampak langsung bagi pembangunan. Dengan tambahan pemasukan yang signifikan, pemerintah daerah memiliki ruang lebih luas untuk membiayai berbagai program prioritas dan meningkatkan pelayanan publik. (TKH)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top