E satu.com (Tangerang) - Penurunan penjualan hewan kurban hingga 60% dialami banyak pedagang sapi dan kambing di berbagai daerah, termasuk wilayah Jabodetabek.
Lesunya omzet pedagang ini dipicu oleh melemahnya daya beli masyarakat, kenaikan harga pakan, serta momen perayaan yang berdekatan dengan akhir bulan.
Fakta Penurunan Penjualan Kurban :
Pedagang melaporkan penurunan drastis. Sebagai contoh, pedagang di Jakarta Timur hanya mampu menjual 16 ekor kambing dari target 40 ekor (turun hingga 60%), sementara penjual di Kalibata baru menjual 10 kambing setelah sepekan berdagang.
Daya Beli Melemah: Kondisi ekonomi yang lesu menjadi alasan utama masyarakat menahan diri untuk tidak berkurban tahun ini.
Waktu yang Kurang Pas: Hari Raya Iduladha yang berdekatan dengan akhir bulan turut memengaruhi keuangan rumah tangga, menyebabkan anggaran kurban terpangkas.
Tren Transaksi Masyarakat
Untuk menyiasati keterbatasan dana, terjadi pergeseran pola pembelian di kalangan masyarakat. Mayoritas masyarakat lebih memilih opsi patungan untuk membeli sapi kurban, di mana 1 ekor sapi dapat dibagi untuk maksimal 7 orang.
Terdapat kecenderungan sebagian pekurban beralih dari membeli sapi ke kambing yang harganya jauh lebih terjangkau.
( AWW )








.webp)













Post A Comment:
0 comments: