E satu.com (Cirebon) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon terus memperkuat transformasi digital di sektor layanan perkeretaapian. Salah satu inovasi terbaru yang kini dapat dinikmati pelanggan adalah layanan Face Recognition Boarding Gate yang telah tersedia di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan.
Melalui fasilitas ini, pelanggan dapat melakukan proses boarding hanya dengan pemindaian wajah tanpa perlu mencetak boarding pass. Selain memberikan kemudahan, teknologi tersebut juga menjadi bagian dari upaya KAI dalam mendukung program ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan kertas.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan penerapan teknologi face recognition merupakan bagian dari transformasi digital yang terus dilakukan KAI untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih modern dan efisien.
"Melalui layanan Face Recognition Boarding Gate, pelanggan dapat menikmati proses boarding yang lebih cepat, praktis, dan tanpa kertas. Inovasi ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi pelanggan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya KAI dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan kertas untuk boarding pass," ujar Muhibbuddin.
Face Recognition Boarding Gate merupakan fasilitas layanan boarding yang dilengkapi kamera untuk mengidentifikasi dan memvalidasi identitas pelanggan melalui wajah yang telah terintegrasi dengan data tiket perjalanan.
Untuk memanfaatkan layanan tersebut, pelanggan cukup melakukan registrasi satu kali yang berlaku selamanya. Proses registrasi dilakukan dengan menempelkan e-KTP pada alat pembaca identitas (e-KTP Reader), kemudian melakukan verifikasi melalui pemindaian sidik jari.
"Setelah melakukan registrasi, pelanggan tidak perlu lagi mencetak boarding pass. Saat waktu keberangkatan sudah mendekat, pelanggan cukup menuju Face Recognition Boarding Gate dan mengarahkan wajah ke mesin pemindai. Jika data tiket, identitas, dan persyaratan perjalanan telah sesuai, maka gate akan terbuka secara otomatis," jelasnya.
Saat ini, layanan registrasi Face Recognition tersedia di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan melalui konter pendaftaran di area Check In Counter (CIC). Selain itu, pelanggan juga dapat melakukan registrasi melalui aplikasi Access by KAI.
Muhibbuddin menyebut KAI terus mengembangkan layanan digital agar semakin mudah diakses pelanggan. Ke depan, registrasi Face Recognition juga direncanakan dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi Access by KAI.
"Kami terus berupaya memperluas kemudahan akses layanan ini. Ke depan, registrasi Face Recognition direncanakan dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Access by KAI sehingga pelanggan semakin mudah memanfaatkan layanan digital yang tersedia," katanya.
Terkait keamanan data, KAI memastikan seluruh informasi pelanggan dikelola dengan standar keamanan yang ketat. Perusahaan juga terus meningkatkan sistem perlindungan data guna menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan.
"Keamanan data pelanggan menjadi prioritas utama KAI. Seluruh proses pengelolaan data dilakukan sesuai standar keamanan yang berlaku dan secara berkelanjutan terus kami tingkatkan untuk memberikan rasa aman kepada pelanggan," tegas Muhibbuddin.
Bagi pelanggan yang belum dapat melakukan registrasi karena tidak memiliki e-KTP atau kondisi e-KTP rusak, KAI tetap menyediakan layanan boarding secara manual.
Melalui penerapan Face Recognition Boarding Gate, KAI Daop 3 Cirebon berharap dapat mendorong budaya layanan yang lebih digital, efisien, dan berkelanjutan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang semakin praktis bagi masyarakat. (Wandi)











.webp)













Post A Comment:
0 comments: