E satu.com 
(Cirebon) - Stasiun Cirebon genap berusia 114 tahun pada 3 Juni 2026. Berdiri sejak 3 Juni 1912, stasiun bersejarah tersebut terus menjadi salah satu simpul transportasi penting di Pulau Jawa sekaligus saksi perkembangan transportasi, ekonomi, dan sosial masyarakat dari masa ke masa.

Di balik bangunannya yang khas dengan arsitektur Art Deco, Stasiun Cirebon menyimpan sejarah panjang perkeretaapian Indonesia. Stasiun ini dibangun oleh perusahaan kereta api kolonial Belanda, Staatsspoorwegen (SS), dan dirancang oleh arsitek Pieter Adriaan Jacobus Moojen.

Ciri khas bangunan terlihat dari perpaduan unsur budaya lokal Cirebon dengan gaya arsitektur Barat pada masanya, yang tampak melalui desain simetris dan bentuk atap segitiga yang menjadi ikon stasiun tersebut.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan Stasiun Cirebon yang berstatus bangunan cagar budaya terus dijaga keasliannya meski berbagai modernisasi dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.


"Stasiun Cirebon adalah salah satu mahakarya sejarah perkeretaapian Indonesia. Kami berkomitmen penuh menjaga kelestarian arsitektur aslinya. Namun di sisi lain, kami terus berinovasi untuk fasilitas dan layanan terus kami modernisasi demi kenyamanan pelanggan masa kini," ujar Muhibbuddin.


Sejak awal beroperasi, Stasiun Cirebon memiliki peran strategis sebagai penghubung jalur lintas Cikampek-Cirebon sepanjang 137 kilometer. Stasiun ini juga menjadi titik temu jalur selatan dari Purwokerto-Kroya dan jalur utara menuju Batavia atau Jakarta.

Jika pada masa lalu stasiun ini menjadi pusat distribusi hasil bumi, kini Stasiun Cirebon berkembang menjadi salah satu pusat mobilitas masyarakat yang menghubungkan berbagai kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Purwokerto hingga Yogyakarta.


Peran tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah penumpang yang dilayani dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2023 hingga Mei 2026, Stasiun Cirebon tercatat telah melayani lebih dari 5,1 juta pelanggan.


Pada 2023, jumlah pelanggan mencapai 1.328.655 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 1.489.590 pelanggan pada 2024 dan kembali naik menjadi 1.610.225 pelanggan pada 2025. Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan sudah mencapai 729.104 orang.

"Tren pertumbuhan ini menjadi bukti nyata bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Keberagaman budaya dan aktivitas sosial-ekonomi yang berdenyut di stasiun ini setiap harinya mempertegas posisinya sebagai pusat interaksi masyarakat," kata Muhibbuddin.

Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-114, KAI Daop 3 Cirebon menggelar sejumlah kegiatan yang dihadiri Komisaris KAI Wisata Yudhistira dan Kepala Daop 3 Cirebon Sigit Winarto.

Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah komunitas, di antaranya Komunitas Cirebon History, Komunitas Pecinta KA IRPS Cirebon, dan Edan Sepur Cirebon.

Rangkaian acara diawali dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Stasiun Cirebon dalam melayani masyarakat selama lebih dari satu abad.

Pada kesempatan tersebut, KAI juga memberikan santunan kepada anak yatim dari Pondok Pesantren Tarbiyyatul Athfal, Benda Kerep, Kecamatan Argasunya, Kota Cirebon.


Selain seremoni, KAI Daop 3 Cirebon turut menghadirkan edukasi mengenai sejarah Stasiun Cirebon dan perkembangan perkeretaapian Indonesia. Pengunjung juga diperkenalkan dengan berbagai profesi yang ada di lingkungan perkeretaapian.


Muhibbuddin menegaskan, memasuki usia ke-114 tahun, Stasiun Cirebon akan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai sejarah yang dimilikinya.

"Di usia yang 114 tahun, Stasiun Cirebon akan terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Kami ingin stasiun ini tetap menjadi kebanggaan warga Cirebon, sebuah tempat di mana sejarah masa lalu dirawat, dan masa depan transportasi yang modern serta berkelanjutan diwujudkan," pungkasnya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top