E satu.com (Cirebon) - Kuwu/Kades Azis Maulana Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, menghadiri momentum Haul setahun sekali di bulan Muharram 1448 Hijriah. Acara digelar di Jl. Ki Buyut Jaka RT 003 RW 02, Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang, Sindanglaut, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 16.00 WIB Ba'da Ashar hingga selesai.
Tradisi warga setempat yang disebut "BEBARIK" ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ziarah spiritual. Di lokasi terdapat kolam mata air alami dengan kedalaman hanya 80 cm. Menurut sejarah lisan warga, air di pancuran Ki Buyut Jaka tidak pernah habis baik saat musim kemarau panjang maupun hujan lebat.
Rangkaian acara dipimpin doa oleh Ustadz Ali Dzikir. Warga bersama-sama membaca Yasin dan tahlil untuk mendoakan para leluhur, nenek moyang, ulama, kyai, ustadz, serta sanak saudara dan orang tua yang telah wafat. Tujuannya untuk saling mengingatkan dan memohon doa terbaik bagi yang mendahului.
Suasana makin khidmat dengan dihiasi wejangan nasi tumpeng dan nasi ampar yang kemudian disantap bersama seperti _ngalwet bareng_. Bahkan nasi kotak juga disediakan untuk warga yang hadir. Tradisi berbagi makanan ini dipercaya akan memberikan keberkahan untuk semuanya, baik yang hadir maupun keluarga di rumah.
Salah satu warga setempat, Munadi Kadra, menyampaikan kebanggaannya atas kelestarian tradisi ini.
"Alhamdulillah tradisi Bebarik masih terus dijaga sampai sekarang. Selain mendoakan leluhur, kita juga jadi makin kompak. Nasi tumpeng dan nasi ampar yang dimakan bareng rasanya beda, berkah banget,"ujar Munadi.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri Kuwu Azis Maulana beserta staf, perangkat desa, Ketua RW, RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, ibu-ibu, bapak-bapak, serta pemuda-pemudi warga setempat. Kehadiran unsur pemerintahan desa hingga masyarakat umum menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya.
Kuwu Azis Maulana mengapresiasi tradisi ini sebagai warisan leluhur yang menjaga nilai spiritual, sejarah, dan persatuan warga Tuk Karangsuwung. Beliau berharap generasi muda terus melestarikan "BEBARIK" sebagai identitas Desa,"ucapnya.
Menutup rangkaian acara, Ustadz Ali Dzikir memanjatkan doa penutup. Setelah doa selesai, seluruh hadirin makan bersama menikmati nasi tumpeng, nasi ampar, dan nasi kotak dalam suasana kekeluargaan yang hangat.
Narasumber : Munadi Kadra
( Soleh )










.webp)













Post A Comment:
0 comments: