E satu.com (Cirebon) - Seorang tukang becak berinisial M (67) ditemukan meninggal dunia di atas becaknya di Jalan Kutagara, RT 01 RW 03 Pulasaren Barat, Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Rabu (24/6/2026) sore.
Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang telah lama dideritanya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar sekitar pukul 16.00 WIB.
Mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polres Cirebon Kota bersama Polsek Cirebon Selatan Timur, Tim Inafis, dan Tim Medis 119 langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta identifikasi korban.
Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi adanya seorang pria yang ditemukan tidak bernyawa di atas becak.
"Personel langsung menuju lokasi bersama unsur terkait untuk melakukan penanganan awal, mengamankan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, serta memastikan proses identifikasi berjalan sesuai prosedur," kata Juntar.
Korban diketahui merupakan warga Desa Garawangi, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak di wilayah Kota Cirebon.
Berdasarkan keterangan saksi, sebelum ditemukan meninggal dunia korban sempat mengeluhkan sakit pada bagian ulu hati. Saksi bernama Sakir (53), pemilik bengkel tambal ban di sekitar lokasi, mengaku sempat berbincang dengan korban sekitar pukul 15.45 WIB.
Saat itu, korban mengeluhkan kondisi kesehatannya. Sakir kemudian menyarankan agar korban meminum air hangat. Setelah itu korban sempat berjalan menuju area kebun di pinggir jalan sebelum kembali dan memarkirkan becaknya di dekat bengkel.
"Korban kemudian beristirahat di atas becaknya seperti biasa," ujar Sakir kepada petugas.
Beberapa saat kemudian, saksi lain bernama Toni Koswara (34) melihat posisi tubuh korban yang tidak biasa. Korban terlihat terlentang di atas becak dengan kedua kaki menjulur hingga menyentuh aspal jalan.
Merasa curiga, Toni memanggil Sakir untuk memeriksa kondisi korban. Setelah dicek bersama, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan tubuhnya mulai kaku.
Keduanya kemudian meminta bantuan warga sekitar serta melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan para saksi, dan melakukan pemeriksaan awal bersama tenaga medis. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah obat-obatan yang tersimpan di dalam saku korban.
Berdasarkan hasil identifikasi Tim Inafis Polres Cirebon Kota dan pemeriksaan medis, korban diduga meninggal dunia akibat riwayat penyakit yang dideritanya. Tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana.
Pihak keluarga yang telah dihubungi menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengapresiasi kepedulian warga yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.
"Respon cepat yang dilakukan personel Polsek Cirebon Selatan Timur, Tim Inafis Polres Cirebon Kota, serta Tim Medis 119 merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat agar setiap laporan dapat segera ditangani secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur sehingga memberikan kepastian serta rasa tenang bagi keluarga maupun warga sekitar," ujar Aris. (Wandi)










.webp)













Post A Comment:
0 comments: