E satu.com (Tangerang ) - Keluarga seorang pasien berinisial  KH ,  warga  RT 03/08 Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci,  mengaku  sangat kecewa terhadap pelayanan yang diberikan RS Primaya Kota Tangerang. Mereka menilai rumah sakit tersebut lalai dalam menangani pasien sehingga berencana meminta pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit.

Selain itu, keluarga juga menyatakan akan mendesak instansi terkait agar melakukan pemeriksaan secara tegas objektif terhadap dugaan kelalaian tersebut.

Wawan,  menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika pasien yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Primaya Kota Tangerang menggunakan mobil ambulans . Saat itu pasien hanya menjalani observasi dan tidak dirawat inap.

"Sangat aneh dan janggal. Saat itu pasien hanya diobservasi dan tidak dirawat inap, padahal kondisinya sangat memprihatinkan. Pasien merasakan sakit luar biasa di bagian pinggul, tidak bisa bangun dari tempat tidur, apalagi berjalan," ujar Wawan saat ditemui di RSUD Kota Tangerang, Jumat (17/7/2026).»

Wawan mengatakan, sehari setelah pulang dari RS Primaya, kondisi pasien justru semakin memburuk. Pasien terus menjerit menahan rasa sakit hingga membuat keluarga panik dan tetangga berdatangan untuk membantu.

" Satu hari setelah pasien.pulang dari  RS Primaya kondisi kesehatannya semakin memburuk, Kami  segera  membawa pasien ke RS Sari Asih Karawaci. Alhamdulillah pasien ditangani dengan baik dan dirawat selama tiga hari menggunakan BPJS Kesehatan dengan pelayanan yang maksimal," katanya.

Namun, lanjut Wawan, pihak RS Sari Asih Karawaci menyarankan agar pasien dirujuk kembali ke RS Primaya karena dinilai memiliki fasilitas dan alat kesehatan yang lebih lengkap untuk penanganan lanjutan.

Dengan harapan memperoleh penanganan yang lebih optimal, pasien kembali dibawa  ke RS Primaya. Akan tetapi,   pelayanan yang diterima masih belum sesuai harapan keluarga.

Ia mengungkapkan bahwa sekitar dua minggu sebelumnya pasien telah diperiksa oleh dokter spesialis di RS Primaya dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan sekitar 10 Juli 2026. Namun, menurutnya, jadwal tersebut ditunda dan kembali dijadwalkan pada minggu berikutnya.

"Ironisnya, pemeriksaan ditunda padahal kondisi pasien terus memburuk. Kami sangat kecewa karena merasa kondisi pasien tidak menjadi prioritas," ungkapnya. "

Saat ini pasien sedang menjalani perawatan di RSUD Kota Tangerang dengan pelayanan yang sangat baik dan maksimal.  Dan  akan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap, seperti RSCM atau RS Kanker Dharmais di Jakarta.

Lebih lanjut, Wawan menegaskan bahwa pihak keluarga akan menempuh jalur hukum atas dugaan kelalaian yang mereka rasakan.

"Kami akan menindaklanjuti persoalan ini melalui jalur hukum. Selain itu, kami juga akan meminta Kepala Dinas Kesehatan, Wali Kota Tangerang, dan DPRD Kota Tangerang untuk melakukan evaluasi serta mengambil tindakan secara objektif apabila ditemukan adanya pelanggaran," tegas Wawan

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RS Primaya Kota Tangerang belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait tuduhan yang disampaikan oleh keluarga pasien. Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers

( AWW)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top