E satu.com (Cirebon) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat keandalan prasarana perkeretaapian melalui berbagai program pemeliharaan sepanjang Semester I 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan keandalan operasional kereta api tidak hanya ditentukan oleh sarana, tetapi juga kualitas prasarana yang menjadi penopang utama perjalanan.
"Keselamatan perjalanan kereta api diawali dari prasarana yang terawat dengan baik. Karena itu, KAI Daop 3 Cirebon secara konsisten melaksanakan pemeliharaan yang terencana, berkelanjutan, dan berbasis kondisi di lapangan agar seluruh lintas operasi tetap dalam kondisi laik," kata Muhibbuddin.
Selama Semester I 2026, KAI Daop 3 Cirebon telah melakukan pemeriksaan geometri jalur menggunakan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) sepanjang 126 kilometer. Teknologi tersebut memungkinkan kondisi jalur dipantau secara presisi sehingga potensi gangguan dapat dideteksi lebih dini.
Selain itu, KAI tengah menyiapkan pemasangan rel tipe R54 sepanjang 30.850 meter untuk meningkatkan keandalan lintas dan memperpanjang usia layanan prasarana.
Pemeliharaan juga dilakukan melalui penggantian 3.000 bantalan beton serta persiapan penggantian 1.650 bantalan kayu menjadi bantalan sintetis di jembatan. Sebanyak 20.000 unit penambat rel turut diganti, disertai penambahan dan penataan ballast sebanyak 4.600 meter kubik guna menjaga kestabilan konstruksi jalan rel.
Di sisi lain, KAI Daop 3 Cirebon juga melakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap 836 unit jembatan guna memastikan seluruh bangunan penunjang perjalanan kereta tetap dalam kondisi aman dan laik operasi.
Pengawasan kondisi lintas dilakukan secara rutin oleh petugas jalan rel melalui inspeksi dua kali setiap hari. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendeteksi potensi gangguan sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat sebelum mengganggu operasional.
Muhibbuddin menegaskan seluruh pekerjaan pemeliharaan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan kerja tanpa mengganggu perjalanan kereta maupun pelayanan kepada pelanggan.
"Pemanfaatan teknologi seperti KPJR yang didukung kompetensi petugas prasarana membuat proses pemeliharaan semakin efektif. Berbagai potensi gangguan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya dapat dilakukan secara preventif," ujarnya.
Ke depan, KAI Daop 3 Cirebon akan terus memperkuat pemeliharaan prasarana melalui modernisasi peralatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan teknologi berbasis kondisi (condition based maintenance).
"Seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan transportasi kereta api yang semakin aman, andal, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan," tutup Muhibbuddin. (Wandi)










.webp)













Post A Comment:
0 comments: