E satu.com (Kabupaten Cirebon) - Puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IPB University dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mendapat pembekalan wawasan kebangsaan dan keagamaan dari Kepolisian Sektor Gunung Jati, Polres Cirebon Kota.
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Kalisapu, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/7/2026).
Kapolsek Gunung Jati, AKP Mochamad Qomaruddin, mengatakan materi yang diberikan bertujuan menanamkan pemahaman kepada mahasiswa bahwa nilai kebangsaan dan keagamaan merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
"Materi yang kami sampaikan terkait pemahaman kebangsaan dan keagamaan. Kedua hal ini tidak bisa dipisahkan, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara," kata Qomaruddin.
Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan harus berjalan seiring dengan kewajiban setiap individu sebagai manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.
Ia menegaskan, sebagai calon pemimpin masa depan, mahasiswa memiliki peran penting dalam melanjutkan perjuangan bangsa.
Karena itu, setiap tindakan, pemikiran, maupun pendapat yang disampaikan harus dilandasi tanggung jawab serta semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Saya berharap para mahasiswa selalu memahami, menghayati, dan menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai pedoman. Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan melanjutkan perjuangan dan mengisi pembangunan bangsa Indonesia," ujarnya.
Mahasiswa IPB University, Faiz Muhammad Alkarim, mengatakan materi yang disampaikan memberikan pemahaman bahwa nasionalisme dan agama merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan.
"Ini benar-benar mengaitkan bagaimana kita mencintai Tanah Air dengan landasan beragama. Materi yang disampaikan Kapolsek Gunung Jati sangat realistis dengan kondisi yang terjadi saat ini. Banyak yang memiliki semangat bernegara, tetapi wawasan keagamaannya masih kurang. Karena itu, kebangsaan dan keagamaan harus berjalan berdampingan," ujar Faiz.
Senada dengan itu, Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ikhdal Umam, menilai penguatan wawasan kebangsaan perlu dibarengi dengan nilai moral dan keagamaan agar mampu melahirkan generasi yang berintegritas.
"Keseimbangan antara keagamaan dan kebangsaan perlu terus ditingkatkan karena kita harus dilandasi akal, moral, hati nurani, serta keyakinan terhadap agama untuk menjalankan dan memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Ikhdal. (Wandi)










.webp)













Post A Comment:
0 comments: