E satu.com (Tangerang) - Pelaksanaan tes seleksi penerimaan peserta didik di SMKN 3 Kota Tangerang menuai sorotan. Seorang warga Kota Tangerang, Rohman Rosadi, mengaku kecewa dengan proses seleksi yang dijalani anaknya karena dinilai berlangsung sangat singkat dan terkesan hanya sebagai formalitas.
Menurut Rohman, materi yang ditanyakan saat tes tidak mencerminkan proses seleksi yang komprehensif untuk menentukan kelayakan calon peserta didik.
"Sebentar sekali tesnya. Anak saya hanya ditanya soal hobi, cita-cita, lalu bagaimana kalau bekerja di salon bertemu konsumen yang jutek. Setelah itu selesai. Kalau memang hanya seperti itu, apa dasar penilaiannya? Saya jadi heran," ujar Rohman, Jumat (10/7/2026).
Merasa tidak memperoleh gambaran yang jelas mengenai mekanisme penilaian, Rohman mengaku berupaya menemui Kepala SMKN 3 Kota Tangerang untuk meminta penjelasan mengenai indikator atau kriteria yang digunakan dalam menentukan calon siswa yang diterima maupun yang tidak diterima.
Namun, menurut pengakuannya, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena kepala sekolah dinilai sulit ditemui.
"Saya ingin mengetahui apa dasar penilaian sehingga ada siswa yang diterima dan ada yang tidak. Saya sudah mencoba menemui kepala sekolah, tetapi sangat sulit ditemui. Saya berharap pihak sekolah bersedia memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai dugaan di masyarakat," katanya
Selain itu, Rohman juga mempertanyakan hasil seleksi setelah melihat adanya calon peserta didik yang, menurut informasi yang ia peroleh, memiliki nilai lebih rendah namun dinyatakan diterima.
Sementara itu, pada akun pendaftaran anaknya hanya muncul keterangan bahwa peserta tidak diterima tanpa disertai penjelasan mengenai hasil penilaian.
"Di aplikasi hanya tertulis 'Anda tidak diterima'. Tidak ada penjelasan apa yang menjadi dasar penilaiannya. Saya juga melihat ada calon siswa yang nilainya lebih rendah tetapi justru diterima. Hal seperti ini tentu menimbulkan tanda tanya," ungkapnya.
Ia berharap instansi terkait melakukan evaluasi terhadap proses seleksi apabila ditemukan dugaan ketidaksesuaian dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, transparansi dalam proses penerimaan peserta didik merupakan bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
"Pendidikan merupakan fondasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, proses seleksi harus dilaksanakan secara objektif, adil, akuntabel, dan transparan agar tidak menimbulkan keraguan maupun polemik di tengah masyarakat," tutupnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak SMKN 3 Kota Tangerang belum memberikan keterangan resmi. Awak media telah berupaya menghubungi Kepala Sekolah melalui pesan WhatsApp untuk meminta konfirmasi dan penjelasan terkait berbagai pertanyaan yang disampaikan, namun belum memperoleh tanggapan.
(AWW)









.webp)













Post A Comment:
0 comments: