E satu.com (Tangerang) - Warga Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, mengaku kecewa setelah permintaan layanan sedot WC yang dihubungkan dengan program Sedot WC Gratis Pemerintah Kota Tangerang belum mendapat respons.
Miftah, warga setempat, mengatakan kondisi WC di rumahnya telah hampir tiga minggu penuh. Ia mengaku memilih menunggu program Sedot WC Gratis yang dijadwalkan berlangsung pada 15–18 Agustus 2026.
“WC di rumah sudah hampir tiga minggu penuh, tetapi belum disedot karena menunggu program Sedot WC Gratis. Sekitar tanggal 15, ayah saya menghubungi operator pelayanan sedot WC permintaan Kota Tangerang, tetapi tidak direspons,” ungkap Miftah dengan nada kecewa, Kamis (20/8/2026).
Menurut Miftah, WC di rumahnya berukuran sekitar 1,5 meter x 1,5 meter. Karena kapasitas dan resapannya terbatas, WC tersebut dalam satu tahun terakhir sudah tiga kali menjalani penyedotan.
“Dalam satu tahun ini WC di rumah sudah tiga kali disedot karena ukurannya kecil dan kurang ada resapan sehingga cepat penuh,” katanya.
Ia membandingkan pelayanan yang diterima sebelumnya. Menurutnya, ketika WC penuh dan meminta layanan sedot, operator sebelumnya langsung merespons.
“Dulu waktu WC penuh, ayah saya menghubungi operator pelayanan sedot WC langsung direspons. Pagi ditelepon, siangnya disedot,” ujarnya.
Namun, kali ini ia mengaku tidak mendapatkan respons ketika menghubungi operator.
“Sekarang dihubungi malah tidak dijawab. Apa karena ayah saya menanyakan program sedot WC gratis, jadi tidak direspons?” tambahnya.
Miftah berharap Pemerintah Kota Tangerang memberikan kejelasan terkait mekanisme pelayanan, khususnya bagi warga yang telah mengajukan permintaan tetapi belum memperoleh kepastian.
Pasalnya, kondisi WC yang penuh membuat aktivitas sehari-hari keluarganya terganggu. Selama WC belum disedot, mereka terpaksa menggunakan toilet milik saudara atau tetangga.
“Selama WC di rumah belum disedot, kalau mau BAB terpaksa numpang di WC saudara atau tetangga,” pungkasnya.
E satu.com masih membuka ruang klarifikasi bagi Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Tangerang maupun operator layanan terkait mengenai mekanisme pengaduan, jumlah permintaan yang masuk, serta alasan belum adanya respons terhadap permintaan warga tersebut.
(AWW)








.webp)













Post A Comment:
0 comments: