E satu.com (Kuningan) -
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan dan sejumlah pemangku kepentingan meresmikan Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI).

Peresmian Desa EKI tersebut berlangsung dalam rangkaian BUMDes Festival Jawa Barat 2026 pada 29-30 Agustus 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses keuangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti Desa EKI oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib.


Prosesi tersebut disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Kepala Desa Jagara Umar Hidayat, unsur Forkopimda, perangkat daerah, industri jasa keuangan, BUMDes, pelaku UMKM, tokoh masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, Desa EKI tidak sekadar berfokus membuka akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

Menurutnya, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar mampu menggunakan layanan keuangan secara tepat.

"Desa EKI bukan sekadar membuka akses keuangan. Yang kita bangun adalah ekosistem, bagaimana masyarakat memiliki literasi yang baik, mendapatkan akses terhadap layanan keuangan yang sesuai dan mampu memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi produktif," kata Agus, Senin (31/8/2026).


Agus menyebut Desa Jagara memiliki potensi ekonomi yang cukup besar untuk dikembangkan. Salah satunya karena desa tersebut berada di kawasan penyangga Waduk Darma.

"Di Jagara sudah ada potensi wisata, BUMDes, UMKM dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ini yang kemudian kita perkuat dengan ekosistem keuangan, sehingga potensi yang sudah ada dapat berkembang lebih optimal," ujarnya.

Melalui program Desa EKI, OJK Cirebon mendorong peningkatan literasi keuangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan formal.

Salah satu pendekatan yang dilakukan yakni edukasi dan product matching, dengan mempertemukan kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha dengan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai.

Bagi pelaku usaha, akses tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan transaksi, tabungan hingga pembiayaan usaha.


Sedangkan bagi masyarakat, peningkatan literasi keuangan diharapkan membantu mengelola pendapatan, merencanakan kebutuhan serta mengambil keputusan keuangan secara bijak.

Potensi Ekonomi Desa Jagara
Desa Jagara merupakan salah satu desa penyangga Waduk Darma. Posisi tersebut memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sektor pariwisata.
Sejumlah usaha masyarakat telah berkembang, mulai dari kuliner, perdagangan, jasa hingga UMKM.

BUMDes juga menjadi bagian dari upaya desa dalam mengelola potensi ekonomi lokal.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi penetapan Desa Jagara sebagai Desa EKI. 


Menurutnya, penguatan literasi dan akses keuangan dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki desa.

"Potensi desa sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut kita kelola, kita kemas dan kita kembangkan sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat yang nyata bagi masyarakat," ujar Dian.

Dian mengatakan keberadaan Desa Jagara sebagai desa penyangga Waduk Darma memberikan peluang bagi masyarakat untuk ikut mengambil manfaat dari aktivitas ekonomi di kawasan wisata tersebut.

Dia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, OJK, Bank Indonesia, BUMDes, industri jasa keuangan dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi desa.

"Kita hebat bukan karena menjadi Superman, tetapi karena mampu bersinergi menjadi Superteam. Tidak ada satu pihak yang bisa bekerja sendiri," katanya.

Pariwisata Harus Beri Dampak ke Desa
Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan desa penyangga memiliki peran penting dalam memastikan perkembangan pariwisata memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Pariwisata bukan hanya bagaimana orang datang, tetapi bagaimana ketika orang datang ada nilai ekonomi yang tinggal di desa dan dirasakan masyarakat," ujar Herman.

Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan ruang untuk menjadi bagian dari rantai ekonomi yang terbentuk dari aktivitas pariwisata.

Hal itu perlu dibarengi peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha.

Herman juga menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam mengelola pendapatan yang diperoleh dari aktivitas ekonomi.

"Pendapatan perlu ditingkatkan, tetapi pengeluaran juga harus dikelola. Karena itu, literasi keuangan menjadi penting agar peningkatan pendapatan benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan," katanya.

Peresmian Desa EKI Jagara berlangsung bersamaan dengan BUMDes Festival Jawa Barat 2026.


Festival tersebut menjadi ruang bagi BUMDes dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring serta memperluas akses pasar.

Berbagai produk lokal ditampilkan dalam festival, termasuk kuliner masyarakat melalui "Ngecrok Tutut Sajagat Sajedingna".

OJK Cirebon bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Kuningan, Pemerintah Desa Jagara, BUMDes, industri jasa keuangan, pelaku UMKM dan masyarakat akan melanjutkan kolaborasi dalam memperkuat ekosistem keuangan di Desa Jagara.

Ke depan, penguatan Desa EKI Jagara diarahkan pada peningkatan literasi keuangan, perluasan akses terhadap layanan jasa keuangan formal serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Dengan program tersebut, Desa EKI Jagara diharapkan mampu menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa yang semakin kuat, dengan masyarakat dan pelaku usaha sebagai aktor utama dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top