E satu.com 
(Kota Cirebon) - Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon memasuki usia ke-105 tahun. Di usia lebih dari satu abad, rumah sakit tersebut terus melakukan transformasi pelayanan kesehatan, termasuk menghadirkan layanan khusus penanganan kanker pada perempuan.

HUT ke-105 RSD Gunung Jati diperingati melalui apel yang dipimpin langsung Wali Kota Cirebon Effendi Edo.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman.

Peringatan tahun ini mengusung tema "Terus Melayani, Bertransformasi, Bersinergi, untuk Kesehatan yang Lebih Baik". Momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan RSD Gunung Jati sekaligus evaluasi terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-105 untuk Rumah Sakit Daerah Gunung Jati. Seratus lima tahun bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah perjalanan panjang yang merekam jejak sejarah kemanusiaan di Kota Cirebon," ujar Effendi Edo, Senin (31/8/2026).


Menurutnya, RSD Gunung Jati tidak boleh berhenti pada capaian yang telah diraih. Perubahan kebutuhan masyarakat membuat rumah sakit harus terus beradaptasi melalui teknologi, inovasi, hingga peningkatan kualitas pelayanan.

"Kita ingin pelayanan di rumah sakit ini tidak hanya cepat dan modern, tetapi juga ramah dan manusiawi. Transformasi dan inovasi yang kita lakukan harus selalu bermuara pada satu tujuan, yaitu terwujudnya kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan," katanya.

Salah satu transformasi yang dilakukan RSD Gunung Jati yakni menghadirkan layanan ginekologi onkologi.


Layanan tersebut merupakan pelayanan khusus untuk penanganan kanker pada organ reproduksi perempuan.


Selain itu, rumah sakit juga telah menghadirkan layanan penanganan kanker payudara. Kedua layanan tersebut dikembangkan melalui Poliklinik Rara Jelita yang memberikan pelayanan khusus bagi perempuan.


Effendi mengatakan kehadiran layanan tersebut penting bagi masyarakat di wilayah Ciayumajakuning. Sebab, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kanker kandungan sebelumnya banyak harus dirujuk ke luar daerah.

"Ini merupakan satu inovasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Ciayumajakuning. Untuk pelayanan kanker kandungan, di wilayah Ciayumajakuning ini baru RSD Gunung Jati yang memberikan layanan tersebut," ungkapnya.

Sementara layanan kanker payudara telah mulai beroperasi dan melayani masyarakat sejak 10 Agustus 2026.

"Alhamdulillah, mudah-mudahan ini bisa membantu pelayanan masyarakat Kota Cirebon maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan penanganan kanker payudara ataupun kanker kandungan di Rumah Sakit Gunung Jati," tuturnya.


Minta Tak Cepat Puas Di usia 105 tahun, Effendi meminta jajaran RSD Gunung Jati tidak cepat berpuas diri.

Menurutnya, ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik terus berkembang.


Ia menekankan inovasi dan pembenahan harus menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika menghadapi penilaian atau momentum tertentu.

Effendi juga meminta seluruh unsur rumah sakit menjaga kekompakan. Mulai dari dokter, perawat, bidan, tenaga administrasi, petugas kebersihan, keamanan hingga unsur pendukung lainnya dinilai memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

"Jangan ada ego sektoral, ego profesi, apalagi ego pribadi. Keselamatan dan kepuasan pasien adalah di atas segalanya. RSD Gunung Jati sebagai rumah sakit rujukan utama harus diwujudkan melalui kerja bersama, bukan hanya berhenti pada laporan administratif," tegasnya.

Ia turut mengingatkan pentingnya kedisiplinan aparatur. Menurutnya, rumah sakit memiliki karakter pelayanan berbeda karena beroperasi selama 24 jam.

"Selama jam kedinasan, tugas pelayanan di rumah sakit ini adalah kehormatan dan prioritas utama. Berikanlah teladan yang baik dan jadikan kedisiplinan sebagai bentuk kesadaran nurani kita sebagai abdi negara," ungkapnya.

Selain pelayanan medis, Effendi meminta manajemen memperhatikan tata kelola administrasi, termasuk proses klaim BPJS Kesehatan.

"Saya meminta manajemen untuk membangun ekosistem administrasi yang sehat dan terintegrasi. Kita harus bersama-sama menyelesaikan persoalan-persoalan masa lalu, tetapi jangan sampai menimbulkan persoalan baru," pesannya.

Layanan Ginekologi Onkologi Layani Pasien JKN
Direktur Utama RSD Gunung Jati Kota Cirebon dr Katibi mengatakan pengembangan layanan kesehatan dilakukan berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi dasar pengembangan layanan ginekologi onkologi di RSD Gunung Jati.

"Perkembangan itu dipicu oleh dua hal. Pertama, pengetahuan, dan kedua, kebutuhan masyarakat. Dua-duanya bertemu dalam pelayanan ginekologi onkologi," ujar Katibi.

Ia menjelaskan perkembangan ilmu di bidang obstetri dan ginekologi semakin luas dengan hadirnya berbagai subspesialisasi. RSD Gunung Jati sebelumnya telah memiliki layanan subspesialis fetomaternal dan kini mengembangkan layanan ginekologi onkologi.

"Ini merupakan titik temu antara perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat itu sendiri," katanya.


Katibi menyebut selama ini pelayanan ginekologi onkologi banyak bertumpu di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.


Kondisi tersebut membuat masyarakat Cirebon dan wilayah Ciayumajakuning harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan.

"Selama ini pelayanan ginekologi onkologi banyak bertumpu di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Kita relatif jauh, bisa dua sampai tiga jam ke sana, sementara di sana juga padat karena banyak kebutuhan dan antrean dari berbagai daerah," jelasnya.

Kini masyarakat memiliki alternatif layanan yang lebih dekat di RSD Gunung Jati. Layanan tersebut telah berjalan dan melayani pasien, termasuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan sejak 10 Agustus 2026.

Katibi berharap pengembangan layanan tersebut dapat semakin mendekatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat posisi RSD Gunung Jati sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat Kota Cirebon dan wilayah sekitarnya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top