E satu.com (Kota Cirebon) - Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto dibagikan gratis kepada para pengemudi becak di Kota Cirebon dan sekitarnya. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pengemudi lanjut usia (lansia).
Penyerahan becak listrik dilakukan Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) di Alun-Alun Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (4/9/2026).
Bantuan ini diberikan sebagai upaya meringankan beban fisik para pengemudi becak yang masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan tenaga listrik, para pengemudi tidak lagi sepenuhnya mengandalkan kekuatan fisik untuk mengayuh becak.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo kepada masyarakat, khususnya para pengemudi becak.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga aset produktif yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan para pengemudi.
"Bantuan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Becak listrik ini merupakan aset produktif yang diharapkan dapat membantu bapak-bapak pengemudi becak bekerja lebih ringan dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan keluarga," ujar Effendi.
Pemkot Cirebon, kata Effendi, juga akan memastikan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Salah satunya dengan menyiapkan ekosistem pendukung berupa fasilitas pengisian daya.
"Kami akan berupaya membangun ekosistem pendukungnya. Jangan sampai bantuan sudah diterima, tetapi kemudian para pengemudi kesulitan ketika membutuhkan fasilitas untuk mengisi baterai. Ini yang perlu kita pikirkan bersama," katanya.
Effendi menyebut pihaknya akan berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN dan sektor swasta, untuk mendukung ketersediaan titik pengisian baterai.
Ia juga mengingatkan para penerima agar merawat becak listrik dengan baik. Kendaraan bantuan tersebut tidak boleh diperjualbelikan, dipindahtangankan, disewakan, maupun digadaikan.
Para penerima juga diminta tidak melakukan modifikasi yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis karena dapat menyebabkan kerusakan dan berpotensi menggugurkan garansi.
"Bapak-bapak harus merawat becak ini dengan penuh tanggung jawab. Jangan dimodifikasi sembarangan, jangan melepas identitas atau membongkar bagian-bagian yang memang tidak boleh dibongkar," tuturnya.
Effendi menilai kehadiran becak listrik menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan beriringan dengan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, modernisasi juga harus memberikan manfaat kepada masyarakat yang bekerja di sektor informal.
"Bapak-bapak pengemudi becak bukan hanya penerima bantuan. Bapak-bapak adalah bagian penting dari kehidupan Kota Cirebon. Dengan adanya becak listrik ini, kita ingin menunjukkan bahwa teknologi dan modernisasi juga bisa hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ungkapnya.
Ribuan Becak Listrik Sudah Dibagikan
Sementara itu, Direktur Operasi YGSN Brigjen TNI (Purn) Sudarwo Aris Nurcahyo mengatakan pemberian becak listrik merupakan bagian dari perhatian Presiden Prabowo terhadap para pengemudi becak, terutama mereka yang sudah lanjut usia.
Menurut Sudarwo, gagasan tersebut berawal dari keresahan Prabowo ketika melihat masyarakat lansia masih harus bekerja keras menarik becak demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo kemudian meminta PT Len Industri (Persero) dan PT Pindad merancang serta mengembangkan becak bertenaga baterai.
"Dari keresahan itulah kemudian muncul gagasan membuat becak listrik. Harapannya, bapak-bapak yang sudah lanjut usia tetapi masih harus bekerja mencari nafkah bisa lebih ringan dalam menjalankan pekerjaannya," kata Sudarwo.
Sudarwo menyebut bantuan becak listrik tersebut telah didistribusikan lebih dari 7.000 unit di sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Khusus di Kota Cirebon, sebanyak 200 unit diberikan kepada pengemudi becak berusia 60 tahun ke atas.
"Pada hari ini kami mewakili Bapak Prabowo Subianto untuk menyerahkan langsung bantuan becak listrik gratis kepada bapak-bapak pejuang keluarga, para pengemudi becak yang berusia 60 tahun ke atas di wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Hari ini ada 200 unit yang kami serahkan," ujarnya.
Sudarwo berharap bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban tenaga para pengemudi, tetapi juga meningkatkan pendapatan harian mereka.
"Semoga bantuan ini bermanfaat, bukan hanya meringankan tenaga bapak-bapak pengemudi becak, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan harian dan membantu keluarga," katanya.
Ia menilai bantuan becak listrik merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Namun, menurutnya, bantuan tersebut perlu diikuti program pemberdayaan ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.
"Bantuan becak listrik mungkin hanya salah satu bentuk intervensi. Yang paling penting adalah bagaimana pemberdayaan ekonomi dilakukan secara struktural, menyeluruh, dan berkelanjutan," jelasnya.
YGSN juga telah bekerja sama dengan produsen Viar untuk mendukung perawatan dan perbaikan becak listrik. Para penerima dapat membawa kendaraan yang mengalami kerusakan ke bengkel Viar terdekat di Kota Cirebon sesuai ketentuan program.
Sudarwo turut meminta dukungan Pemkot Cirebon untuk menyediakan titik pengisian baterai di lokasi yang mudah dijangkau para pengemudi.
"Kami mohon dukungan Pemkot Cirebon agar di lokasi tertentu dapat disediakan tempat pengisian baterai. Tidak perlu fasilitas yang besar, cukup beberapa titik stop kontak yang bisa digunakan para pengemudi untuk mengisi baterai secara gratis," pungkasnya. (Wandi)










.webp)










Post A Comment:
0 comments: