E satu.com (Cirebon) -
KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat keandalan prasarana perkeretaapian. Salah satunya melalui program perawatan dan penggantian bantalan rel secara bertahap.

Program tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas konstruksi jalan rel sekaligus mendukung keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan bantalan merupakan salah satu komponen penting dalam konstruksi jalan rel. Bantalan berfungsi menopang rel, menjaga kestabilan dan geometri spoor, serta meneruskan beban kereta api ke struktur di bawahnya.

"Bantalan memiliki peran penting dalam menjaga keandalan konstruksi jalan rel. Karena itu, penggantian bantalan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, kebutuhan prasarana, serta standar mutu dan keselamatan yang berlaku," ujar Muhibbuddin, Rabu (7/10/2026).

Dalam program penggantian bantalan beton sebanyak 3.000 batang, KAI Daop 3 Cirebon telah merealisasikan seluruh target tersebut. Progres pekerjaan tercatat mencapai 3.000 batang atau 100 persen.

Sementara itu, pada program penggantian 8.500 bantalan beton, hingga periode pelaporan telah terealisasi 1.550 batang atau 18,23 persen.


Pekerjaan tersebut masih terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan prioritas kebutuhan prasarana.

Selain bantalan beton, KAI Daop 3 Cirebon juga melakukan penggantian bantalan sintetis. Dari target 1.650 batang, sebanyak 255 batang telah direalisasikan atau mencapai 15,45 persen.

Penggunaan bantalan sintetis menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan ketahanan prasarana, khususnya pada konstruksi jembatan jalan rel.

Bantalan pada konstruksi jembatan memiliki kondisi lingkungan yang lebih rentan terhadap paparan air dan kelembapan. Selama ini, bantalan kayu banyak digunakan karena memiliki karakteristik yang sesuai dan relatif mudah dalam pelaksanaan pekerjaan.

Namun, material kayu juga memiliki sejumlah tantangan, seperti potensi pelapukan, perubahan kondisi akibat kelembapan, serta serangan jamur dan organisme pengganggu.

Sebagai alternatif, bantalan sintetis memiliki karakteristik yang lebih tahan terhadap air, kelembapan, dan pelapukan. Material tersebut berpotensi memiliki umur layanan lebih panjang sekaligus mengurangi kebutuhan penggantian akibat kerusakan material.

"Pemilihan material prasarana tentunya kami sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Untuk bantalan sintetis, karakteristik material yang lebih tahan terhadap air dan kelembapan menjadi salah satu pertimbangan dalam penggunaannya, khususnya pada lokasi tertentu seperti konstruksi jembatan," jelas Muhibbuddin.


Menurutnya, pekerjaan prasarana tidak hanya berorientasi pada pencapaian target secara kuantitatif. Kualitas dan keselamatan dalam setiap proses pekerjaan juga menjadi perhatian utama.

"Target pekerjaan menjadi bagian penting dalam mengukur kinerja, namun yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai standar. Dengan begitu, hasil pekerjaan dapat benar-benar mendukung keandalan jalur dan keselamatan perjalanan kereta api," tambahnya.

KAI Daop 3 Cirebon memastikan pemeliharaan dan peningkatan kualitas prasarana akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keandalan jalur sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top