E satu.com (Cirebon) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mulai mengoperasikan enam gardu Jalur Perlintasan Langsung (JPL) untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Sementara itu, 21 titik gardu lainnya masih dalam proses pembangunan.
Pengoperasian enam gardu tersebut dilakukan secara bertahap dari total 27 titik perlintasan sebidang yang menjadi prioritas peningkatan keselamatan di wilayah Daop 3 Cirebon pada 2026.
Vice President Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, mengatakan pengoperasian gardu JPL merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memperkuat pengamanan perlintasan sebidang, terutama melalui kesiapan fasilitas dan petugas.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. Pengoperasian enam Gardu JPL baru ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat pengamanan di perlintasan sebidang yang menjadi titik prioritas,” kata Sigit, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan data per 15 Oktober 2026, enam gardu yang telah beroperasi berada di sejumlah titik lintas kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon.
Rinciannya, JPL 210 di lintas Cirebonprujakan-Luwung, JPL 341 dan JPL 339 di lintas Waruduwur-Cirebonprujakan, JPL 328 dan JPL 331 di lintas Babakan-Waruduwur, serta JPL 180 di lintas Arjawinangun-Bangoduwa.
Sementara itu, 21 titik lainnya masih dalam proses pembangunan.
Tersebar di Empat Daerah
Program peningkatan keselamatan perlintasan sebidang di wilayah Daop 3 Cirebon pada 2026 mencakup 27 titik prioritas yang tersebar di empat daerah.
Sebanyak 18 titik berada di Kabupaten Cirebon, tiga titik di Kabupaten Subang, empat titik di Kabupaten Indramayu, dan dua titik di wilayah Kabupaten Brebes.
Untuk memantau perkembangan pembangunan, Direktur Operasi, Prasarana, Keselamatan Area 1 KAI, Awan Hermawan Purwadinata, bersama Direktur Utama KAI Properti, Mohamad Ramdany, Vice President Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, dan jajaran terkait meninjau pembangunan Gardu JPL 341 di lintas Waruduwur-Cirebonprujakan serta JPL 210 di lintas Cirebonprujakan-Luwung.
Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi teknis dan kesiapan masing-masing lokasi. Pemasangan gardu modular beserta fasilitas pendukungnya menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengamanan di perlintasan sebidang.
Program tersebut juga merupakan tindak lanjut rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Secara nasional, KAI menjalankan pembangunan fasilitas keselamatan di 190 titik JPL di berbagai wilayah operasional.
Siapkan 108 Petugas Jaga Lintasan
Selain pembangunan fasilitas, KAI Daop 3 Cirebon juga menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pengamanan perlintasan sebidang.
Saat ini, sebanyak 108 tenaga Petugas Jaga Lintasan (PJL) telah lulus sertifikasi kompetensi dan sudah ditugaskan.
Sigit mengatakan kesiapan petugas harus berjalan beriringan dengan penyelesaian pembangunan fasilitas keselamatan.
“Penyelesaian fasilitas perlu berjalan beriringan dengan kesiapan petugas. Setiap gardu yang memasuki tahap operasional membutuhkan personel yang memiliki kompetensi sesuai tugas pengamanan perlintasan, sehingga fungsi keselamatan di lapangan dapat berjalan secara konsisten,” ujarnya.
KAI Daop 3 Cirebon juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu dan marka, mendahulukan perjalanan kereta api, melihat ke kanan dan kiri sebelum melintas, serta mengikuti arahan petugas.
Masyarakat juga diajak menjaga fasilitas gardu JPL yang telah dibangun agar dapat berfungsi dengan baik dalam mendukung keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan raya. (Wandi)










.webp)










Post A Comment:
0 comments: