E satu.com (Cirebon) - Aliansi Masyarakat Cirebon menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota Cirebon dan Gedung DPRD Kota Cirebon, Jumat (23/10/2026).
Mereka mendesak pemerintah mengambil sikap tegas menyusul dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampak pada ratusan anak di Kota Cirebon.
Dalam aksi tersebut, massa mengaku kecewa karena tidak ditemui Wali Kota Cirebon maupun Ketua DPRD Kota Cirebon.
Aliansi pun mengancam akan kembali menggelar demonstrasi dengan jumlah massa lebih besar pada Senin mendatang.
Perwakilan Aliansi Masyarakat Cirebon, Raden Mohamad Saktia, menilai ketidakhadiran para pemangku kebijakan tersebut menunjukkan kurangnya perhatian terhadap keresahan masyarakat, terutama di tengah kasus dugaan keracunan yang menimpa ratusan anak.
“Kami kecewa karena Wali Kota, Ketua DPRD, dan jajarannya tidak hadir. Padahal, ini masalah luar biasa yang menyangkut keselamatan anak-anak,” kata Saktia, Jumat (23/10/2026).
Ia menegaskan, pihaknya meminta Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Cirebon menyatakan sikap secara tertulis dan bermaterai terkait tuntutan penghentian program MBG di Kota Cirebon.
Menurut Saktia, pernyataan tertulis tersebut nantinya akan dibawa ke pemerintah pusat atau Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bentuk desakan agar pelaksanaan program MBG di Kota Cirebon dihentikan.
“Kami meminta MBG khusus di Kota Cirebon ditutup. Kalau daerah lain masih ingin menjalankan, silakan. Yang kami inginkan, kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
Saktia mengatakan, dugaan keracunan tersebut tidak hanya berpotensi berdampak terhadap kondisi fisik para korban, tetapi juga dapat menimbulkan trauma psikologis bagi anak-anak yang mengalaminya.
Ia khawatir pengalaman tersebut membuat anak-anak merasa takut mengonsumsi makanan yang disediakan melalui program MBG.
Karena itu, menurutnya, keselamatan dan rasa aman anak harus menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan kelanjutan program tersebut, khususnya di Kota Cirebon.
Selain mempersoalkan penanganan dugaan keracunan MBG, Saktia juga menyayangkan ketidakhadiran Ketua DPRD Kota Cirebon dalam menerima aspirasi massa.
Ia menyebut Ketua DPRD tidak menemui demonstran karena sedang menghadiri rapat koordinasi daerah (Rakorda) Partai Golkar.
Aliansi Masyarakat Cirebon menegaskan akan kembali menyampaikan tuntutan mereka pada Senin mendatang.
Mereka mengancam mengerahkan massa lebih besar apabila tuntutan tersebut belum mendapat tanggapan yang dianggap memadai. (Wnd)









.webp)










Post A Comment:
0 comments: