E satu.com (Cirebon) - Puluhan pelaku usaha petambak garam dipertemukan dengan pengusaha penyerap hasil produksi atau off-taker dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah di Kantor OJK Cirebon.
Kegiatan tersebut membahas pengembangan sektor penggaraman di Kabupaten Cirebon, khususnya terkait akses permodalan, teknologi, kepastian pasar hingga kemitraan usaha.
Kepala Kantor OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, FGD tersebut menjadi bagian dari business matching untuk mempertemukan pelaku usaha penggaraman dengan sektor jasa keuangan.
"Tujuannya untuk membukakan akses layanan keuangan dan memperkenalkan ekosistem keuangan yang memang close loop yang ditujukan untuk pengembangan ekonomi daerah," kata Agus kepada wartawan, Kamis (8/10/2026).
Menurut Agus, kebutuhan garam di dalam negeri masih cukup tinggi. Namun, kapasitas produksi garam yang tersedia belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan tersebut.
"Kita melihat fenomena bahwa kebutuhan garam dalam negeri itu sangat tinggi dan sementara kapasitas produksi kita itu masih jauh dari harapan," ujarnya.
Kondisi itu membuat kebutuhan garam di dalam negeri masih harus ditutup dengan pasokan dari luar daerah.
Agus menilai, peningkatan kapasitas produksi menjadi salah satu hal penting yang perlu didorong. Salah satunya melalui akses permodalan bagi para petambak garam.
Menurutnya, sektor jasa keuangan memiliki berbagai produk pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha melalui bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR), sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usaha.
Pembiayaan tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan operasional, tetapi juga investasi, termasuk pembangunan infrastruktur dan penggunaan teknologi dalam proses produksi garam.
"Dengan adanya akses pembiayaan ini, harapannya para petambak bisa meningkatkan produksinya, termasuk dari sisi kualitas sehingga bisa mendapatkan nilai jual yang lebih baik," katanya.
Selain akses pembiayaan, Agus menekankan pentingnya keterhubungan antara petambak dengan off-taker.
Kemitraan tersebut dinilai dapat membantu petambak skala kecil memperoleh kepastian pasar sekaligus membuka akses ke sektor jasa keuangan.
"Petambak yang masih kecil-kecil ini kemudian bisa mendapatkan akses, kemudian didampingi untuk bisa masuk ke sektor jasa keuangan dan juga terhubung dengan off-taker yang kapasitas penyerapannya lebih besar," ujarnya.
Agus berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas forum pertemuan.
Menurutnya, diperlukan pendampingan berkelanjutan agar pengembangan sektor penggaraman di Kabupaten Cirebon dapat berjalan secara optimal.
"Kami berharap mungkin acara ini juga tidak selesai dalam forum ini, tetapi nanti akan ada kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon kepada seluruh para petambak garam dan juga para pengusaha," pungkasnya. (Wandi)










.webp)










Post A Comment:
0 comments: