E satu.com (Cirebon) - Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Midori Gakuin Center, Kota Cirebon, terus memperkuat kiprahnya dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia untuk pasar kerja Jepang.

Sejak memperoleh izin pengiriman pada 2023, lembaga tersebut telah memberangkatkan sekitar 200 peserta ke Jepang.

Direktur LPK Midori Gakuin Center, Iib Ubaydila, mengatakan lembaganya berdiri sejak 2020. Tiga tahun kemudian, LPK Midori mulai mengirimkan peserta untuk mengikuti program pemagangan di Jepang.

"Alhamdulillah sampai sekarang sudah 200 orang yang kita kirim ke Jepang," kata Iib saat pembukaan Diklat Pra-Keberangkatan Program Pemagangan ke Jepang, Senin (5/10/2026).

Program tersebut kini memasuki angkatan ke-11. Saat ini sekitar 100 peserta tengah menjalani pelatihan di LPK Midori Gakuin Center yang berlokasi di Perumahan Sutan Raja Katiasa Residence, Kota Cirebon.

"Acara hari ini adalah pembukaan untuk peserta baru untuk mengikuti pendidikan selama 4 bulan di LPK Midori Gakuin Center," ujarnya.

Ubaydila menjelaskan proses rekrutmen peserta dilakukan berdasarkan permintaan tenaga kerja dari mitra di Jepang. Rasio seleksi mencapai sekitar 1:3 sesuai dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.

"Untuk seleksi ini perbandingannya satu banding tiga. Sesuai permintaan dari Jepangnya sehingga kita rekrut dan terkumpul yang lulus 20 orang. Kalau total yang pelatihan di sini 100 orang," katanya.

Menurutnya, peluang kerja di Jepang masih terbuka lebar karena kebutuhan tenaga kerja di negara tersebut cukup tinggi. Indonesia juga menjadi salah satu negara pemasok tenaga kerja ke Jepang.

"Indonesia itu masuk dalam tiga besar setelah Vietnam, karena di Jepang memang paling banyak itu Vietnam," ujarnya.

LPK Midori membuka pendaftaran bagi calon peserta berusia 18 hingga 26 tahun untuk mengikuti program pemagangan. Pendaftaran dapat dilakukan Senin hingga Jumat pukul 08.00-16.00 WIB di kantor LPK Midori Gakuin Center.

"Bagi yang berminat bisa datang ke kantor kami di Jalan Adi Perumahan Sutan Raja, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon," jelas Ubaydila.

Adapun bidang pekerjaan yang disiapkan cukup beragam. Saat ini LPK Midori banyak menangani kebutuhan tenaga kerja di sektor perhotelan, building cleaning, kaigo atau perawatan lansia, servis kendaraan, hingga konstruksi.
Peserta pelatihan tidak hanya berasal dari Cirebon. Sebagian besar peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk Kebumen.
LPK Midori juga menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah di Cirebon.

Kerja sama tersebut dilakukan untuk memperluas akses informasi mengenai peluang kerja sekaligus pelatihan bagi calon tenaga kerja yang ingin bekerja atau magang di Jepang.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida mengapresiasi program pemagangan ke Jepang yang dijalankan LPK Midori.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya membuka akses pekerjaan bagi generasi muda, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan, keterampilan, disiplin, dan etos kerja.

"Program pemagangan ke Jepang tentu adalah sebuah strategi penting untuk melakukan transfer pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja," kata Siti Farida.

Dia menilai keberadaan LPK memiliki peran penting dalam menjembatani lulusan sekolah dengan kebutuhan industri global. Standar kompetensi yang dibangun sejak masa pelatihan diharapkan menjadi bekal peserta saat memasuki lingkungan kerja internasional.

Wakil Walikota Cirebon mengingatkan para peserta untuk menjaga disiplin, kesehatan, etika, serta nama baik Indonesia selama berada di Jepang.

"Ketika berangkat ke Jepang nanti, para peserta bukan hanya mewakili diri sendiri, melainkan juga mewakili nama baik Indonesia," ujarnya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top