Pemda Kota Cirebon Komitmen Berantas Gizi Buruk
E-satu.com (Cirebon)—Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon, Jawa Barat berkomitmen memberantas masalah gizi buruk dengan cara mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya lokal dalam penyediaan menu makanan sehari-hari.
Komitmen serius Pemda Kota Cirebon memberantas gizi buruk salah satunya dilakukan dengan kegiatan Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (LCM B2SA) yang digelar Kamis 03 April 2018.
Penjabat Wali Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik M. Si mengatakan kegiatan LCM B2SA merupakan stimulan bagi masyarakat khususnya para Ibu Rumah Tangga (IRT) agar membuat menu yang sehat, bergizi dan aman bagi anggota keluarganya.
Dia menuturkan dalam kegiatan LCM B2SA para peserta dituntut berkreasi membuat beragam menu makanan yang lezat, hemat, dan bergizi yang harapannya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Para peserta LCM B2SA harus mampu mengaplikasikan kreasi menunya dalam keseharian dan bukan hanya pada saat lomba,” katanya usai membuka kegiatan LCM B2SA, Kamis (03/05/2018).
Dedi mengungkapkan masyarakat bisa memproduksi bahan makanan sendiri di lingkungan rumah misalnya menerapkan pola tanam hidroponik untuk sayuran, atau hewan seperti ikan lele dan ayam.
“Menu makanan sehat, bergizi dan aman tidak perlu mahal, bahkan masyarakat bisa memproduksi sendiri,” ujarnya.
Terkait penanganan masalah gizi buruk kata Dedi pihaknya telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan penanganan kasus gizi buruk khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Kantor Wali Kota Cirebon.
“Kami ingin tidak ada kasus gizi buruk terlebih untuk lingkungan di sekitar Komplek Pemda Kota Cirebon dalam radius sekian ratus meter,” tambahnya.
kegiatan LCM B2SA
Pada saat yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Cirebon, Dr. Hj. Ira Irawati M. Si mengapresiasi langkah Pemda Kota Cirebon dalam menyosialisasikan menu bergizi seimbang, sehat dan aman melalui lomba LCM B2SA yang diikuti perwakilan Tim Penggerak PKK Kelurahan.
“Kemampuan para IRT perlu diasah terus karena selama ini mereka kesulitan dalam menyediakan menu bergizi dan beraneka ragam,” katanya.
Tantangan bagi para IRT kata Ira adalah pada saat Bulan Suci Ramadhan karena ada perubahan pola makan dari 3 kali sehari menjadi 2 kali sehari sehingga menu-menu makanan yang dihidangkan harus benar-benar memiliki kandungan gizi yang cukup.
“Sebisa mungkin menu makanan yang dihidangkan untuk keluarga minim karbohidrat tapi kaya akan vitamin dari sayuran dan buah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Cirebon drh. Hj. Maharani Dewi memaparkan kegiatan LCM B2SA diikuti peserta dari 22 kelurahan di Kota Cirebon yang berasal dari Tim Penggerak PKK tiap kelurahan yang masing-masing kelurahan menyiapkan 2 peserta.
“Para peserta diwajibkan membuat menu untuk sarapan pagi, makan siang dan makan malam,” jelasnya.
Setelah diambil juara 1-3 serta juara harapan kata Maharani, untuk juara 1 nantinya akan mewakili Kota Cirebon pada lomba LCM B2SA tingkat regional ataupun nasional.
“Aspek penilaian yaitu pada buku resep yang digunakan serta menu-menu yang telah diolah pada saat acara,” katanya.

Post A Comment: