E satu.com (Cirebon)
- Dampak Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM darurat, sejumlah pedagang Kios Palkir Wisata Religi Gunung jati mengaku secara otomatis perekonomian keluarga tertekan dan omzet menurun drastis.

Seperti yang dialami Nr pedagang sembako dan oleh-oleh lainnya. Kepada Awak Media E Satu Com, Nr mengaku tidak ada pemasukan dan pendapatan dari hari biasanya sebelum ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM darurat.

" Jelas adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM darurat ini dampaknya kepada kita-kita sebagai pedagang sembako dan oleh-oleh di kios parkir wisata religi sunan gunung jati. Karena banyak jalan yang ditutup pengunjung penziarah jadi enggan datang ke tempat wisata religi. Diperparah lagi adanya pembatasan jam operasional, kamis (15/7/21) ujarnya.

Nr mengatakan, sebelum adanya PPKM darurat dirinya bisa mendapat omzet pemasukan hingga Rp 500 ribu sampai 1 jutaan per malam.

Namun, karena sepi pengunjung dan pembeli sekarang tidak ada pemasukan omzet sama sekali," katanya.

Nr berharap pandemi covid-19 dan PPKM darurat, jangan terlalu lama dan jangan diperpanjang lagi dan segera berakhir dan perekonomian kembali normal.

" Semoga pandemi Covid-19 dan PPKM darurat ini cepat berakhir. Karena situasi sekarang ini sangat memberatkan kami sebagai pedagang," ucapnya.(wnd)

Post A Comment:

1 comments:

  1. This is my first time i visit here. I found so many interesting stuff in your blog especially its discussion. From the tons of comments on your articles, I guess I am not the only one having all the enjoyment here keep up the good work prince holding group

    ReplyDelete