E satu.com  (Cirebon) - Desa Astana Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon yang dikenal sebagai kota udang juga dikenal sebagai kota wali.

Sunan Gunung Jati bergelar Syekh Syarif Hidayatullah juga dimakamkan di desa Astana. Makannya sampai saat ini selalu ramai diziarahi oleh masyarakat dari berbagai daerah terutama Jawa barat.

Memasuki jalan komplek terminal bus dan Alun - alun Astana Gunung jati tempat makam Syekh Syarif Hidayatullah. Pengunjung akan melewati jalan menuju kompleks, disana berjejer penjual berbagai macam - macam oleh - oleh khas desa Astana Gunung Jati Cirebon.

Pengunjung akan melihat berbagai oleh - oleh di gantung di toko yang berjejer di kanan dan kiri jalan.


Jika kebetulan atau melewati wilayah kompleks Desa Astana Gunung jati Cirebon bisa membeli dan mencicipi oleh - oleh sambil ziarah ke makam wali, Sunan Gunung Jati.

Suhada yang sudah berjualan puluhan tahun mengatakan, sudah sejak lama banyak penjual di kompleks Sunan Gunung jati. Semua yang dijual para pedagang adalah buatan masyarakat Cirebon.

" Para pedagang di sini rata - rata menjual kerupuk melarat, intip yang terbuat dari kerak nasi ini khas desa Astana Cirebon, kemudian ada kerupuk kulit sapi, kulit kerbau dan kulit ikan pari, emping serta terasi dllnya," kata suhada saat ditemui Awak Media, sabtu (15/1/22).

Ia menuturkan, kelebihan kerupuk melarat khas Cirebon tidak mengandung banyak kolesterol. Kerupuk tersebut terbuat dari tepung dan dimasak menggunakan pasir panas, bukan dimasak dengan minyak goreng.

Meski digoreng menggunakan pasir, ia menjelaskan bahwa pasir yang digunakan sudah dibersihkan terlebih dahulu.

Terkait kerupuk tersebut diberi nama melarat yang artinya miskin karena memasaknya dengan pasir, bukan dengan minyak goreng.


Makanan Khas Astana Gunung jati Cirebon lainnya intip terbuat dari bahan kerak nasi yang ditanak secara tradisional. Intip diolah kembali menjadi camilan yang rasanya manis dan gurih serta berbentuk bulat.(wnd)

Post A Comment:

0 comments:

AKB

Back To Top