E satu.com (Tangerang) - Gubernur Banten, Andra Soni, didampingi Walikota Tangerang, H. Sachrudin dan Wakil Walikota, H. Maryono, meninjau lokasi terdampak banjir di wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Turut mendampingi pula, diantaranya Kalak BPBD Kota Tangerang, H.Mahdiar S.S.T.P. M.Si, Camat Periuk, Andhika Nugraha Krisyna Murti S.S.T.P. M.Si., dan seluruh Forkopimcam Kecamatan Periuk, pada Sabtu siang.(24/01/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi banjir yang meliputi beberapa wilayah di Kecamatan Periuk, termasuk Perumahan Garden City RW 21, RW 22, dan RW 25, Kelurahan Gebang Raya. Banjir disebabkan oleh jebolnya tanggul di Kali Leduk pada dua titik dengan panjang lebih kurang 7 meter, sehingga ketinggian air bervariasi, mulai dari 40 cm hingga mencapai 2 meter di beberapa lokasi.
Pemkot Tangerang telah menyiapkan tiga lokasi pengungsian, yaitu di gedung serbaguna RW 25, masjid RW 22, dan posyandu RW 22. Bantuan logistik dan kebutuhan darurat seperti makanan dan obat-obatan terus disalurkan melalui posko-posko tersebut.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin menyatakan, " bahwa petugas gabungan dari berbagai dinas sedang berupaya melakukan penanganan darurat untuk menutup tanggul yang jebol. Kami mengimbau warga untuk mematikan listrik di rumah demi keamanan. Jika tidak memungkinkan bertahan di rumah, segera pindah ke tempat pengungsian yang telah disiapkan ", tutur Walikota Tangerang.
Saat memantau ketinggian air, Gubernur Banten, Andra Soni, Walikota Tangerang, H. Sachrudin dan Wakil Walikota, H.Maryono, menelusuri lokasi banjir dengan menggunakan perahu untuk mengevakuasi warga dan memantau kondisi wilayah yang terdampak banjir di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
Sementara itu Kalak BPBD Kota Tangerang, H. Mahdiar S.S.T.P. MM., menyampaikan, " Jadi hari ini, dari sembilan Kecamatan yang terdampak banjir, insya Allah tinggal satu Kecamatan, yaitu Periuk, yang masih mengalami ketinggian air yang cukup tinggi. Kecamatan lain sudah surut, sehingga penanganan di lokasi-lokasi tersebut tinggal pembersihan oleh warga bersama kelurahan setempat. Kami juga BPBD membantu beberapa bagian yang perlu dibantu untuk membersihkan fasos fasum ", tutur H. Mahdiar.
" Lokasi yang masih banjir adalah di Periuk, karena Kali Sabi masih tinggi, sehingga proses surutnya masih lambat. Namun, ada kecenderungan mulai surut. Mudah-mudahan cuaca membaik. Kedalaman air yang paling dalam mencapai 3 meter lebih, tapi kondisinya sekarang sudah mulai surut ", kata H. Mahdiar.
Jumlah pengungsi hampir 4.000 orang, tersebar di kurang lebih delapan titik pengungsian, yaitu aula Kecamatan, beberapa masjid dan GOR milik pemerintah di Kecamatan Periuk.
Personil yang diturunkan BPBD kurang lebih 80 orang, dibantu relawan, TNI-Polri, dan OPD-OPD teknis lain ", imbuh Kalak BPBD Kota Tangerang.
Status siaga hidrometeorologi masih berlaku sampai Februari. Kami himbau warga untuk tetap waspada dan memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Jika terjadi hujan tinggi, hubungi nomor kontak BPBD di IG atau medsos lainnya ", pungkas H. Mahdiar.
Camat Periuk, Andhika Nugraha Krisyna mengucapkan terimakasih kepada seluruh tim yang telah bekerja dengan penuh semangat dan dapat berkoordinasi dengan baik, sehingga penanganan banjir dan pendistribusian bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir, dapat dilakukan dengan baik, lancar dan kondusif.
( Soleh/Boby )










.webp)












Post A Comment:
0 comments: