E satu.com (Tangerang ) - Sejarah membuktikan bahwa tulisan merupakan salah satu alat perjuangan yang memiliki kekuatan dalam melawan ketidakadilan pembangunan. Terlebih di era digitalisasi seperti sekarang ini, tulisan sangat mudah terakes dan tersebar secara luas.
Tulisan bisa mengedukasi atau mengajak masyarakat agar berani tampil berjuang melawan ketidakadilan pembangunan, tulisan pun bisa menjadi salah satu media yang efesien juga efektif mengungkapkan kekecewaan , kekesalan , keluhan , harapan maupun kritikan pembangunan
Bila saja masyarakat bisa secara optimal memanfaatkan tulisan melawan ketidakadilan , maka diyakini.proses pembangunan akan bergerak ke arah yang jauh lebih baik. Yaitu proses pembangunan yang makmur dan sejahtera secara berkeadilan
Kenapa bisa demikian ? Bukankah masyarakat cukup banyak yang tidak suka membaca ?
Betul , mungkin cukup banyak masyarakat yang tidak suka membaca. Namun perlu juga diketahui , bahwa ditengah lingkungan bermasyarakat banyak juga orang yang hobi membaca. Naah, masyarakat yang hobi membaca lah yang mudah diajak bergabung menjadi bagian yang siap berjuang melawan ketidakadilan pembangunan.
Orang yang hobi membaca umumnya memiliki imajinasi tinggi, empati mendalam, dan rasa ingin tahu besar. Mereka cenderung bijaksana, analitis, fokus, serta menikmati kesendirian untuk introspeksi. Selain itu, menurut Hello Sehat dan analisis di Jawa Pos, mereka adalah pembelajar seumur hidup yang sabar dan menghargai hubungan mendalam. Melalui orang - orang seperti itulah perjuangan melawan ketidakadilan pembangunan menjadi efektif dan lebih mudah berkembang
Apalagi bila.dilakukan secara Terstruktur , Tersistematis dan Masif ( TSM ) yaitu ;
1. Terstruktur : Bergerak secara terorganisir atau berkelompok sehingga lebih kuat dan lebih mudah mencapai target seusai dengan yang diharapkan
2. Tersistematis : Terencana dan terkonsep dengan baik, sehingga berjalan atau bergerak secara terarah
3. Masif : Semua lini bergerak , memobilisasi sekaligus menyatukan kekuatan melawan ketidakadilan pembangunan
Penulis : Asep Wawan Wibawan
( Jurnalis E satu.com )










.webp)











Post A Comment:
0 comments: