E satu.com (Tangerang ) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang memastikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 akan berjalan secara transparan dan akuntabel. Berbagai langkah persiapan telah dilakukan, termasuk membuka layanan pengaduan dan berkolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah guna menjamin kelancaran proses penerimaan peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan pihaknya telah menyediakan helpdesk khusus untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat terkait pelaksanaan SPMB.
“Helpdesk khusus terkait layanan SPMB sudah kami buka sejak awal. Baik yang dikelola Dinas Pendidikan maupun Dinas Komunikasi dan Informatika. Kanal ini menjadi sarana pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala selama proses berlangsung.
Sampai hari ini semua pengaduan dapat kami respons dengan baik, baik berupa jawaban maupun arahan sehingga masyarakat mendapatkan solusi,” ujar Wahyudi saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (5/6).
Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan tahapan SPMB. Server berjalan dengan baik dan berbagai persoalan teknis yang belum dipahami masyarakat dapat dijelaskan oleh petugas.
“Sampai hari ini tidak ada kendala. Server berjalan dengan baik dan semua hal teknis yang belum dipahami masyarakat dapat kami jelaskan. Pelaksanaan berjalan lancar,” katanya.
Untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan, Disdik Kota Tangerang juga melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala setiap pekan, mulai dari tahapan pra-SPMB hingga seluruh proses penerimaan selesai dilaksanakan.
“Evaluasi rutin kami lakukan setiap minggu. Seluruh tahapan penyelenggaraan SPMB kami pantau, mulai dari pra-SPMB hingga pelaksanaan selesai. Evaluasi akan terus dilakukan agar proses berjalan optimal,” jelasnya.
Wahyudi juga menegaskan bahwa tidak ada praktik titipan dalam penerimaan peserta didik baru. Seluruh proses dilakukan melalui sistem aplikasi yang telah dikembangkan dan dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat.
“Kami menggunakan aplikasi yang sudah dikembangkan dengan sistem yang cukup baik. Tidak ada penerimaan secara manual, kecuali pada jalur disabilitas dan mutasi karena perpindahan tugas orang tua yang memang memerlukan asesmen khusus. Selebihnya, seluruh proses dapat dilihat secara transparan melalui aplikasi,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat dapat memahami seluruh petunjuk teknis dan tahapan yang telah ditetapkan sehingga proses SPMB dapat berjalan tertib dan adil.
“Harapan kami masyarakat dapat mengikuti seluruh petunjuk pelaksanaan dan juknis SPMB, mulai dari tahap pra-SPMB hingga pelaksanaan. Semua persyaratan yang ditentukan hendaknya dipenuhi. Pada prinsipnya, seluruh warga Kota Tangerang memiliki akses yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wahyudi meminta masyarakat tidak khawatir apabila nantinya tidak diterima di sekolah negeri. Pemerintah Kota Tangerang telah menyiapkan program sekolah swasta gratis sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan.
“Bagi masyarakat yang nantinya tidak masuk sekolah negeri tidak perlu khawatir, karena sudah tersedia program sekolah swasta gratis. Sekolah-sekolah tersebut juga memiliki standar dan kualifikasi yang baik. Prinsipnya, kami membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
( AWW )








.webp)













Post A Comment:
0 comments: