E satu.com (Cirebon) - Di balik lancarnya perjalanan kereta api di Pulau Jawa, ada peran penting Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan yang setiap hari merawat mesin-mesin perawatan jalan rel. Suara mesin bubut, aktivitas pengelasan, pemeriksaan sistem hidraulis hingga pengujian komponen menjadi rutinitas di fasilitas milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut.
Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan yang berlokasi di Jalan Kesambi Nomor 2, Kota Cirebon, menjadi pusat perawatan utama Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR). Di tempat ini dilakukan perawatan berkala, perawatan berat, perbaikan, pengujian fungsi hingga penyesuaian kemampuan teknis mesin sebelum kembali dioperasikan di berbagai daerah operasi KAI di Pulau Jawa.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan keberadaan Balai Yasa memiliki peran strategis dalam menjaga kesiapan prasarana dan keselamatan perjalanan kereta api.
"Perjalanan kereta api yang aman memerlukan kondisi rel yang stabil dan sesuai standar teknis. Mesin perawatan jalan rel membantu menjaga kondisi tersebut. Karena itu, setiap mesin perlu dipastikan andal sebelum kembali digunakan," ujar Muhibbuddin.
Menurutnya, mesin perawatan jalan rel digunakan untuk mengangkat dan meluruskan jalur, mengatur ketinggian rel, memadatkan batu balas, membentuk profil batu balas hingga menstabilkan jalur setelah proses perawatan.
Jika posisi rel maupun kepadatan batu balas berubah akibat beban perjalanan dan faktor lingkungan, mesin tersebut berfungsi mengembalikan geometri jalur agar sesuai standar teknis, meliputi kelurusan, ketinggian, jarak antarrelnya, hingga kemiringan rel.
Pada 2026, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan memiliki target merawat 51 unit mesin perawatan jalan rel. Hingga 17 Juli 2026, sebanyak 22 unit atau 43,1 persen telah selesai menjalani perawatan, tujuh unit masih dalam proses, sementara 22 unit lainnya dijadwalkan menjalani perawatan pada tahap berikutnya.
Mesin yang dirawat terdiri dari berbagai jenis, di antaranya Multiple Tie Tamper (MTT) yang digunakan untuk mengangkat, meluruskan, dan memadatkan jalan rel, serta Plasser Ballast Regulator (PBR) yang berfungsi menata dan membentuk profil batu balas di sekitar bantalan rel.
"Setiap mesin mempunyai fungsi yang berbeda. Ada mesin yang mengoreksi posisi rel, memadatkan batu balas, menata material di sekitar bantalan, dan membantu pekerjaan pada wesel. Seluruh fungsi tersebut saling mendukung agar jalur tetap aman dilewati kereta api," kata Muhibbuddin, Minggu (19/7/2027).
Mesin-mesin tersebut mendukung pekerjaan pemeliharaan di Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, hingga Daop 9 Jember. Dengan cakupan tersebut, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan menjadi salah satu tulang punggung pemeliharaan prasarana KAI di Pulau Jawa.
Berdasarkan data kinerja, Balai Yasa menyelesaikan 50 pekerjaan perawatan mesin pada 2024 dan meningkat menjadi 53 pekerjaan pada 2025. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 22 pekerjaan telah rampung sehingga total terdapat 125 penyelesaian pekerjaan perawatan sejak 2024.
Perawatan dilakukan melalui siklus P12, P24, dan P48 sesuai usia, jam operasi, kondisi komponen, serta riwayat gangguan masing-masing mesin. Prosesnya meliputi pemeriksaan sistem mekanis, hidraulis, kelistrikan, pengereman, penggerak, hingga perangkat kerja mesin.
Mesin yang ditangani juga memiliki rentang usia cukup beragam, mulai produksi tahun 1984 hingga 2024. Kondisi tersebut menuntut para pekerja memiliki kompetensi dalam menangani teknologi lintas generasi, mulai dari sistem mekanis konvensional hingga mesin modern berbasis elektronik.
"Keandalan mesin sangat bergantung pada ketelitian dan kompetensi pekerja. Setiap tahapan harus dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan awal, perbaikan komponen, pemasangan, hingga pengujian sebelum mesin dinyatakan siap digunakan," ujar Muhibbuddin.
Untuk menunjang pekerjaan, Balai Yasa dilengkapi berbagai peralatan seperti overhead crane, mesin bubut, mesin milling, forklift, hydraulic press, lifting jack, mesin pengisian nitrogen accumulator, hingga high-pressure washer.
Selain mengedepankan kualitas pekerjaan melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015, Balai Yasa juga mencatatkan kinerja keselamatan yang baik. Hingga April 2026, tercatat nol kecelakaan kerja, nol pencemaran lingkungan, dan nol keterlambatan proses perawatan.
"Keselamatan perjalanan dibangun dari banyak pekerjaan yang berlangsung di belakang layar. Kesiapan rel di lapangan, keandalan mesin perawatan, kompetensi pekerja, serta disiplin dalam setiap proses menjadi bagian yang saling terhubung untuk menjaga perjalanan kereta api di seluruh Jawa," tutup Muhibbuddin. (Wandi)










.webp)













Post A Comment:
0 comments: