E satu.com (Indramayu) - 
Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang saat ini tengah melakukan rehabilitasi Jalan Tembaga Raya wilayah Kecamatan Indramayu senilai Rp 3,35 Miliar dari APBD Kabupaten Indramayu 2026.

Dalam hal ini pekerjaan dilakukan melalui penyedia Jakon dengan nomor kontrak 100.37.3030.14/SPP DPUPR.IM/2026  yang dikeluarkan pada tanggal 05 Mei 2026  kepada CV Sigit Putra.

Namun, pelaksanaan proyek kini menjadi sorotan. Pasalnya, pemasangan pembesian dowel pada pekerjaan jalan beton diduga tidak sesuai dengan gambar kerja yang telah ditetapkan.

" Saya lihat  kok  pemasangan besi dowel  nya tidak beraturan masa, lebih 10 meter, " ujar HM, Sabtu (04/07/2026) saat melihat proses pelaksanaan dilokasi.

Dari hasil penggalian informasi  Pekerjaan rehabilitasi Jalan Tembaga Raya untuk proses penanganan rehabilitasi jalan dengan panjang beton 1295 meter dengan lebar 5  & 4,5 meter serta ketebalan beton 20 cm.

Diketahui  proses Pekerjaan dibagi menjadi empat segmen. Segmen pertama berada pada STA 0+108 hingga STA 0+845 dengan panjang 737 meter dan lebar 5 meter, termasuk penambahan saluran U-Ditch beserta penutupnya. Segmen kedua berada pada STA 0+845 hingga STA 0+940 sepanjang 115 meter dengan lebar 5 meter.

Selanjutnya, segmen ketiga berada pada STA 0+940 hingga STA 1+315 sepanjang 355 meter dengan lebar 4,5 meter yang juga mencakup pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Sementara segmen keempat berada pada STA 1+315 hingga STA 1+400 sepanjang 85 meter dengan lebar 4,5 meter.

Dalam pembesian dowel yang kini tengah menjadi sorotan oknum penyedia Jakon diduga tidak mematuhi gambar kerja yang mana pemasangan yang semestinya dilakukan setiap  5 meter.

Menanggapi hal tersebut, pengamat konstruksi sipil, M. Iksan, mengatakan bahwa apabila mengacu pada gambar kerja dengan total panjang penanganan 1.295 meter serta jarak setiap . pemasangan  5 meter, seharusnya terdapat sekitar 259 titik pembesian dowel yang telah dirakit.

"Jadi sederhana saja. Sebelum pengecoran dilakukan, konsultan pengawas juga harus menghitung atau untuk menghindari potensi kecurangan, pembesian dowel sebaiknya diletakkan di luar bekisting setiap lima meter sehingga mudah dilakukan pengecekan," ujarnya.

Menurut Iksan, pengawasan terhadap pemasangan pembesian merupakan bagian penting untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis. Dengan adanya kontrol visual dan perhitungan fisik sebelum pengecoran, proses verifikasi di lapangan akan lebih mudah dilakukan.
"Sistem kontrol visual dan hitung fisik sebelum pengecoran beton memang harus dilakukan apabila ingin hasil pekerjaan maksimal dan sesuai spesifikasi teknis," katanya.


Ia juga mengingatkan bahwa apabila benar terjadi pengurangan spesifikasi pembesian, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas konstruksi jalan beton. Dampaknya, jalan dapat mengalami kerusakan lebih dini dan usia  beton  menjadi lebih pendek.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, awak media telah berupaya menghubungi pihak CV Sigit Putra untuk meminta konfirmasi terkait dugaan tersebut. Namun, belum ada tanggapan yang diberikan(Tri KH)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top