E satu.com (Cirebon) - Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam (GEMAPALA) Bunga Bangsa Cirebon sekali lagi menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan pesisir melalui program Pengembaraan Angkatan XI Tirta Nawa, yang mengusung tema "Gerakan Menanam 500 Mangrove".
Acara ini digelar pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di area Wisata Bahari Micil, Bondet, Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.
Sebanyak 500 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir sebagai bagian dari usaha menjaga ekosistem pantai. Selain penanaman, GEMAPALA Bunga Bangsa Cirebon juga melakukan penyemaian dan perawatan mangrove untuk memastikan pertumbuhan dan manfaat jangka panjangnya.
Zhevida Seventa Achmad, Ketua Pelaksana kegiatan ini, menyatakan bahwa program penanaman mangrove merupakan agenda rutin yang dilaksanakan GEMAPALA Bunga Bangsa Cirebon setiap tahun.
Nunung Ajeng Rahayu Saputri, Sekretaris Pelaksana, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari Pengembaraan Angkatan XI GEMAPALA Bunga Bangsa Cirebon.
Kegiatan tersebut melibatkan pelajar, mahasiswa, serta pemuda dan pemudi dari wilayah sekitar Bondet. Tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi guna mengenalkan pentingnya menjaga dan mencintai lingkungan sejak dini.
Moh. Nurhadi, S.H., Dewan Kehormatan GEMAPALA Bunga Bangsa Cirebon, menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan upaya menjaga ekosistem pesisir agar tetap stabil dan terjaga.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai pendidikan karena memberikan pemahaman langsung kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi dan banjir rob.
Penanaman mangrove tidak sebatas menancapkan bibit ke dalam lumpur. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bentuk komitmen untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam, terutama di kawasan pesisir.
Akar mangrove yang saling terhubung juga menggambarkan semangat gotong royong dan kerja sama. Oleh karena itu, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga bagaimana mangrove tersebut disemai, dirawat, dan dipertahankan hingga tumbuh menjadi ekosistem yang kokoh.
Secara ekologis, mangrove memainkan peran penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi, meredam gelombang, dan mengurangi dampak banjir rob.
Ekosistem mangrove juga menjadi tempat tinggal bagi berbagai biota pesisir seperti ikan, udang, dan kepiting, sekaligus berkontribusi dalam penyerapan dan penyimpanan karbon.
Lewat kegiatan ini, GEMAPALA Bunga Bangsa Cirebon berharap gerakan menanam mangrove tidak sekadar menjadi acara seremonial tetapi terus berlanjut dan melibatkan masyarakat serta generasi muda dalam usaha menjaga lingkungan pesisir.
Gerakan menanam 500 mangrove menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dengan langkah sederhana.
Menanam hari ini, merawat esok hari, dan menjaga pesisir untuk generasi mendatang.
Reporter : Ali Bisma











.webp)













Post A Comment:
0 comments: