E satu.com (Cirebon) -
Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum (LKBH) Bara Gunung Jati memberikan perhatian serius terhadap proses Seleksi Terbuka Calon Direksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda Air Minum) Tirta Jati Kabupaten Cirebon. LKBH meminta Panitia Seleksi (Pansel) menjalankan seluruh tahapan seleksi secara profesional, objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari segala bentuk kepentingan politik maupun intervensi pihak mana pun.

Direktur Eksekutif LKBH Bara Gunung Jati, Kadlani, menegaskan bahwa jabatan Direktur PDAM merupakan posisi strategis yang harus diisi oleh figur yang memiliki integritas, kompetensi, keberanian, dan rekam jejak yang baik. 

"Kami meminta Panitia Seleksi benar-benar berhati-hati dalam menerima dan menyeleksi setiap calon Direktur. Kabupaten Cirebon membutuhkan pemimpin PDAM yang mumpuni, profesional, berintegritas, dan mampu membawa Perumda Air Minum Tirta Jati menjadi perusahaan daerah yang lebih sehat, maju, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegas Kadlani, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, calon Direktur yang terpilih harus merupakan sosok yang bersih dari praktik korupsi, tidak memiliki rekam jejak yang buruk, serta memiliki komitmen kuat untuk memberantas berbagai bentuk penyimpangan yang dapat merugikan perusahaan maupun masyarakat.

LKBH Bara Gunung Jati juga menilai bahwa persoalan dugaan sambungan atau saluran air ilegal serta berbagai praktik penyimpangan lainnya harus menjadi perhatian serius bagi calon Direktur yang akan memimpin PDAM ke depan. Direksi baru diharapkan memiliki keberanian untuk melakukan penertiban sesuai ketentuan hukum dan tata kelola perusahaan yang baik.

Selain itu, LKBH Bara Gunung Jati menegaskan akan terus mengawal, memantau, dan mencermati seluruh proses seleksi hingga selesai, guna memastikan bahwa proses tersebut berlangsung sesuai prinsip good governance dan tidak dijadikan sekadar "dagelan politik" atau sarana pembagian jabatan berdasarkan kepentingan kekuasaan.


"Jangan sampai proses seleksi ini hanya menjadi dagelan politik. Masyarakat Kabupaten Cirebon membutuhkan pemimpin PDAM yang lahir dari proses seleksi yang jujur, terbuka, dan berdasarkan kemampuan, bukan karena kedekatan politik atau kepentingan kelompok tertentu," lanjut Kadlani.

LKBH Bara Gunung Jati berpandangan bahwa kondisi PDAM Kabupaten Cirebon saat ini membutuhkan seorang Direktur yang berani melakukan pembenahan dari dalam organisasi, menegakkan disiplin, memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia, serta menindak setiap oknum yang terbukti melakukan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, LKBH Bara Gunung Jati menyatakan siap memberikan masukan konstruktif sekaligus mengawal proses seleksi agar menghasilkan pemimpin yang benar-benar mampu membawa Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon menjadi perusahaan daerah yang profesional, bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. (wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top