E satu.com (Banten) - Pelaksanaan Program Sekolah Gratis (PSG) di Provinsi Banten mendapat sorotan setelah enam sekolah swasta dilaporkan mengundurkan diri dari program tersebut.
Anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa, meminta Pemerintah Provinsi Banten melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PSG. Pernyataan tersebut dikutip dari pemberitaan Radar Banten yang terbit pada Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut laporan tersebut, enam sekolah yang mengundurkan diri berada di wilayah Kabupaten Lebak dan Kota Cilegon. Dua sekolah disebut tidak memperoleh siswa baru pada Tahun Ajaran 2026/2027, sedangkan empat sekolah lainnya mempertimbangkan kebutuhan biaya operasional yang dinilai lebih besar dibandingkan dukungan yang diterima melalui program.
Yeremia menilai evaluasi diperlukan agar persoalan yang muncul dalam pelaksanaan PSG dapat diketahui secara menyeluruh. Evaluasi, antara lain, perlu melihat formula pembiayaan, mekanisme penerimaan dan distribusi siswa, serta saluran pengaduan bagi sekolah yang mengikuti program.
Pengunduran diri enam sekolah tersebut dilaporkan hanya berlaku terhadap penerimaan siswa baru kelas X. Sementara itu, siswa yang sebelumnya telah mengikuti program dan kini berada di kelas XI tetap mengikuti PSG hingga menyelesaikan pendidikan sesuai dengan ketentuan kerja sama yang telah disepakati.
Persoalan tersebut menjadi catatan penting bagi Pemprov Banten dalam memastikan kebijakan sekolah gratis tidak hanya memberikan akses pendidikan kepada masyarakat, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan operasional sekolah swasta yang menjadi bagian dari program.
Evaluasi juga dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan program berjalan transparan dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi sekolah, peserta didik maupun masyarakat
( AWW)








.webp)










Post A Comment:
0 comments: