E satu.com (Kota Cirebon) - Satuan Tugas (Satgas) Cirebon Deklarasi menyatakan sikap menolak keberadaan aktivitas LGBT yang dinilai bertentangan dengan nilai moral dan norma sosial masyarakat di Kota Cirebon.
Ketua DPD KNPI Kota Cirebon, Jaka Permana, mengatakan pihaknya merasa prihatin dengan adanya perilaku yang menurutnya dianggap menyimpang dan dilakukan secara terbuka di ruang publik.
“Kami merasa malu dan risih ataupun moral kami terpanggil dengan adanya banyaknya penyimpangan yang beredar ataupun yang terang-terangan di muka umum di publik yang dilakukan oleh sekelompok ataupun perorangan,” ujar Jaka Permana saat ditemui dalam kegiatan Proklamasi 15 Agustus di Tugu Pensil, Kejaksan Kota Cirebon, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Jaka, perilaku tersebut dinilai dapat memberikan pengaruh terhadap generasi muda apabila ditampilkan secara terbuka di hadapan masyarakat.
“Ini sangat mencerminkan perilaku yang tidak layak dan tidak terpuji, yang di mana generasi muda dipertontonkan dengan tingkah laku penyimpangan seksual,” katanya.
Sementara itu, Ketua Satgas Anti-LGBT Cirebon, Lutfi Adam Zakaria, mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah sosialisasi dan edukasi.
Ia menekankan pendekatan yang digunakan tidak semata-mata berupa penolakan, tetapi juga upaya merangkul dan memberikan pemahaman.
“Bagaimanapun juga mereka adalah manusia. Tujuan kami memanusiakan manusia, untuk bisa merangkul dan kembali lagi kepada awal,” ungkapnya.
Adam menjelaskan pembentukan satgas berawal dari keinginan untuk memitigasi persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang dinilai memengaruhi seseorang hingga terlibat dalam perilaku seksual yang menjadi perhatian mereka, mulai dari lingkungan pergaulan hingga persoalan ekonomi.
“Beberapa orang atau perilaku penyimpangan ini awalnya adalah korban. Kemudian ada karena circle atau juga karena ekonomi. Dari latar belakang itulah kita bersepakat dan berkomitmen membentuk Satuan Tugas Pemuda Anti-LGBT,” jelasnya.
Sementara Agung ditunjuk sebagai koordinator untuk wilayah Kota Cirebon dan Mas Syaerotikhwan sebagai koordinator Kabupaten Cirebon.
Ke depan, satgas tersebut menargetkan perluasan gerakan ke wilayah Ciayumajakuning yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, serta Kuningan.
Adams juga mengklaim mengenai jumlah orang yang disebutnya terlibat dalam perilaku LGBT di wilayah Ciayumajakuning mencapai angka sekitar 15.000 orang, sementara di Kota Cirebon diperkirakan hampir 4.000 orang.
Satgas Pemuda Anti-LGBT menyatakan pendekatan yang akan dikedepankan adalah sosialisasi, edukasi, pencegahan, dan pendampingan. Mereka menyebut upaya tersebut diarahkan untuk menjaga generasi muda sekaligus mengedepankan pendekatan kemanusiaan. (wandi)
.jpeg)








.webp)













Post A Comment:
0 comments: