E satu.com (Cirebon) - Penaklukan Sunda Kelapa pada tahun 1527 menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah maritim dan politik Nusantara.

Peristiwa tersebut dinilai sebagai tonggak keberhasilan bangsa dalam mempertahankan wilayah strategis dari intervensi kekuatan asing sekaligus memperkuat jaringan perdagangan di pesisir utara Pulau Jawa.

Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, mengatakan berdasarkan berbagai sumber sejarah, pasukan gabungan Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak yang dipimpin panglima Fatahilah berhasil merebut pelabuhan strategis Sunda Kelapa atas arahan dan restu Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.
Menurutnya, kemenangan tersebut menggagalkan upaya Portugis untuk memperluas pengaruh politik, ekonomi, dan militernya di pesisir utara Pulau Jawa melalui perjanjian dengan Kerajaan Sunda.

"Penaklukan Sunda Kelapa bukan hanya kemenangan militer, tetapi juga menjadi simbol persatuan, strategi, dan keteguhan para pemimpin Nusantara dalam mempertahankan kedaulatan wilayah dari campur tangan kekuatan asing," kata Prabu Diaz, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, keberhasilan pasukan gabungan Cirebon dan Demak turut mengubah peta kekuasaan di kawasan serta memperkuat jalur perdagangan Islam di Nusantara.

Setelah kemenangan tersebut, Sunda Kelapa kemudian diberi nama baru, Jayakarta, yang bermakna "kemenangan yang sempurna" atau "kota kemenangan". Nama itu menjadi simbol lahirnya babak baru dalam sejarah kawasan pesisir utara Jawa.

Prabu Diaz menambahkan, tanggal kemenangan atas Sunda Kelapa kemudian dijadikan dasar penetapan hari jadi Kota Jakarta yang hingga kini diperingati setiap 22 Juni.

"Peristiwa ini menjadi warisan sejarah yang penting untuk dikenang oleh generasi penerus. Semangat persatuan, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air yang ditunjukkan para pendahulu harus terus menjadi inspirasi dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia," ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para tokoh terdahulu, termasuk Sunan Gunung Jati dan Fatahilah, terus dipelajari sebagai bagian dari sejarah bangsa sekaligus memperkuat rasa nasionalisme masyarakat Indonesia. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top